Iskandar langsung memimpin pembahasan diskusi tentang kerja sama untuk program kemandirian dalam produksi vaksin di antara negara-negara Islam.
Hingga Sabtu siang sidang baru menyelesaikan presentasi dari Ketua Delegasi IDB M," kata Mohammed Ali Toure mengenai program IDB ke depan.
Toure menegaskan perlunya kerja sama di negara-negara Islam dalam pengembangan industri vaksin.
"Kerja sama bisa melalui pelatihan SDM dan transfer teknologi," katanya.
Ia juga menyatakan IDB siap membiayai program pengembangan produksi vaksin dan inovasi vaksin melalui berbagai riset.
Pada Sabtu sore, tiga pakar vaksin dari Australia dan Belgia dijadwalkan bicara.
Mereka adalah Prof Christopher Parish dari Australian National University, Prof. David Jackson dari University of Melbourne, dan Direktur BioNet Asia Co. Ltd Dr Jean Petre dari Belgia.
Christopher menyampaikan makalah berjudul "Generation of Novel Tb Vaccines Based on Dendritic Cell Targeting, David Jackson menyampaikan materi bertajuk "A Novel Adjuvant Technology for Protein & DNA-based Vaccines", sedangkan makalah Jean Petre berjudul "Vaccine Research Strategy for Developing Country".
Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar mengharapkan kehadiran ketiga pakar tersebut dapat memberikan wawasan yang lebih baik dalam kerangka teknologi pengembangan vaksin.***3***
C/O001)
(T.B009/C/O001/O001) 07-08-2010 14:22:29
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.