Cimahi, 28/7 (ANTARA) - Untuk menekan angka kelahiran dan pengendalian jumlah penduduk Kota Cimahi, pemerintah kota itu menggiatkan program Keluarga Berencana (KB) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB), Asisten III Kota Cimahi Bambang Ari.

Bambang Ari, di Cimahi, Rabu, menjelaskan, upaya yang dilakukan untuk menekan tingginya laju pertumbuhan penduduk tersebut salah satunya dengan rutin mengadakan pelayanan bakti sosial KB mantap tubektomi dan vasektomi untuk masyarakat tidak mampu.

"Peran dan fungsi KB sebetulnya sangat vital dan strategis dalam mengendalikan kelahiran terutama di era otonomi. Sebab, berperan dalam mencetak sumber daya manuasia yang berkualitas," ujarnya.

Sementara itu, menurut Kabid KB Kota Cimahi Sulistiowati, jumlah peserta program itu terus meningkat. Hal ini berarti menunjukan kesadaran para lelaki untuk menyukseskan program KB di Cimahi.

"Jumlah peserta KB di Kota Cimahi mencapai 72.275 orang. Didominasi peserta perempuan dengan angka mencapai 98 persen," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan, Catatan Sipil, dan Sosial Kota Cimahi Erik Yudha Buana membantah meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di kota itu.

Menurut dia, jumlah penduduk di Kota Cimahi mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak tiga tahun terakhir, yakni dari 593.432 jiwa pada bulan Agustus 2009 menjadi 593.340 jiwa pada bulan September 2009.

"Baru pertama kali ini dalam sejarah, jumlah penduduk di Kota Cimahi mengalami penurunan sekitar 100 jiwa dalam waktu satu bulan," ujar.

Ia menjelaskan, turunnya jumlah penduduk di Kota Cimahi diperkirakan bukan karena faktor mortalitas atau kematian warganya. Pihaknya memperkirakan, penurunan jumlah penduduk di Kota Cimahi lebih dikarenakan banyaknya warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan selama bulan Ramadhan 2009 kemarin.

"Kami memperkirakan, penurunan jumlah penduduk ini lebih dikarenakan banyaknya warga pendatang yang terkena PHK atau dirumahkan selama bulan puasa kemarin," ujar Erik. ***3***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026