Bandung, 27/7 (ANTARA) - Pasokan telur ayam menjelang Ramadhan dan Idul Fitri di Jawa Barat terancam defisit sehingga harus mendatangkan dari luar provinsi.

"Kami antisipasi pasoka telur ayam tetap mencukupi antara lain melalui telur breeding yang dijadikan telur konsumsi serta mendatangkan pasokan dari Sumatera, Jatim dan Jateng," kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Kusmayadi Tatang Padmadinata di Bandung, Selasa.

Menurut Kusmayadi, kebutuhan telur konsumsi di Jawa Barat untuk kebutuhan 63 hari khusus hari besar keagamaan sebanyak 55.529 ton, sedangkan produksi hanya 21.550 ton. Sehingga terjadi defisit 33.980 ton.

Sementara itu secara keseluruhan konsumsi telur di Jawa Barat sebanyak 299.683 ton, sedangkan kemampuan produksi dari peternak di Jawa Barat hanya 116.302 ton.

Terkait langkah penggunaan telur breeding atau hatching egg yang dijadikan telur konsumsi, dilakukan dengan pengalihan beban sementara untuk memenuhi kebutuhan mendesak, Jabar selama ini merupakan salah satu produsen utama telur tetas.

"Pada hari-hari biasa telur ayam breeding ditetaskan untuk keperluan pemenuhan bibit, sedangkan pada hari besar keagamaan produksi DOC dikurangi dan telurnya dijadikan telur konsumsi," katanya.

Sementara itu ketersediaan pasokan daging sapi menjelang hari besar keagamaan, kata Kusmayadi dalam posisi aman. Meski secara hitungan produksi lokal terjadi defisit sekitar 4.565 ton, namun bisa dicukupi dengan pasokan daging sapi impor.

"Secara umum stok dan pasokan daging sapi cukup aman menghadapi Ramadhan dan Lebaran mendatang, kenaikan harga yang kemungkinan terjadi hanya dari faktor permintaan saja yang meningkat," katanya.

Kebutuhan daging sapi untuk hari keagamaan di Jabar, kata Kusmayadi sebesar 32.522 ton, sedangkan produksi lokal 17.957 ton. Namun kekurangannya dipenuhi melalui sapi impor. Hasil Rakor Peternakan Juli 2010 lalu, Jabar akan mendapat pasokan sebanyak 38.000-an ekor.

Produksi daging sapi dan kerbau di Jawa Barat akan difokuskan untuk menghadapi Ramadhan dan Lebaran 2010. Selain itu Jabar juga akan mendapat pasokan dari Jatim dan Jateng.

"Selama ini pasokan dari Jateng dan Jatim masih cukup lancar," kata Kusmayadi.

Sementara itu stok daging ayam untuk Ramadhan dan Lebaran mendatang menurut Kusmayadi cukup aman, bahkan diprediksi surplus.

"Posisi stok dan ketersediaan daging ayam cukup aman baik untuk jenis ayam pejantan maupun broiler, permintaan broiler memang lebih besar," kata Kepala Dinas Peternakan Jabar itu menambahkan. ***2***
(S033)
Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026