Dadan Hamdani, di Bandung, Rabu pagi, menyatakan, setelah mendapatkan sejumlah barang yang dicari, kawanan itu pergi dan membebaskan dirinya.
Kawanan yang sempat menyekap dirinya itu, menurut dia, membawa data keanggota BADAR, tiga telepon genggam beserta kartu teleponnya, perhiasan 450 gram serta uang tunai senilai Rp15 juta.
Dadan menuturkan, dirinya curiga kedatangan kawanan itu bermotif politis, karena sebelum perampok tersebut meninggalkan rumahnya salah satu dari mereka membisikan kata-kata untuk tidak berpolitik.
"Dagang mah dagang we ulah popolitikan (berjualan saja jangan ikut-ikutan berpolitik)," ujar Dadan menirukan ucapan salah satu perampok tersebut.
"Selain itu mereka juga meminta dokumen yang sejujurnya saya tidak mengetahui apa yang diinginkan. Namun seseorang berteriak dari luar kamar dan berkata bahwa buku sudah didapat dan setelah mereka pergi ternyata buku dan dokumen penting BADAR telah raib," ujarnya.
Perampo juga membawa seluruh surat kendaraan milik Dadan, beserta tiga kunci mobil. Namun seluruh kendaraan roda empat tersebut masih tetap terparkir di dalam garasi.
"Jika memang murni perampokan mengapa mobil, televisi dan barang elektronik lainnya tidak dibawa," ujarnya.
Perampok juga menodongkan golok kepada Heni Nuraeni (26), istri Dadan, dan kedua anaknya Fadil (8) dan Reva (4).
"Sedangkan saya disekap dalam posisi tengkurap tertutupi selimut. Mereka dapat leluasa mengambil seluruh barang saya," tuturnya.
Seusai kejadian tersebut, Dadan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Ciparay dan telah diperiksa sebagai saksi korban.
"Saya menuturkan semuanya kepada pihak kepolisian termasuk adanya telepon aneh sejak dua hari sebelum kejadian," kata pria yang bekerja sebagai pedagang kain gorden tersebut.
Menurut Dadan, istrinya menerima telepon dari seseorang yang menanyakan keberadaan dirinya dan bahkan satu hari sebelum kejadian penelepon itu berkata untuk berhati-hati.
Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dadan Hamdani adalah orang dekat dari peserta pilkada yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu Dadang Rusdiana, yang dalam pilkada Agustus berpasangan dengan Ridho Budiman. Mereka bersaing dengan tujuh pasang peserta.***1***
Ayi
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.