Ketua YKI cabang Kota Cimahi Atty Suhara Tochija di Cimahi, Jumat, mengatakan, terdapat 259 penderita kanker di Cimahi. Dalam upaya penekanan jumlah penderitanya, YKI Cabang Kota Cimahi terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang kanker.
"Kepedulian masyarakat terhadap penyakit mematikan itu merupakan upaya yang efektif untuk bisa mendeteksi penyakit tersebut sedini mungkin. Kanker merupakan penyakit berbahaya jika tidak segera ditangani," kata Atty Suhara Tochija.
Oleh karenanya, dibutuhkan kerja sama semua komponen. Mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas.
YKI Cabang Kota Cimahi memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan kanker melalui penyediaan layanan promotif, preventif, dan supportif.
Ditegaskan Atty, kanker serviks (leher rahim) masih menjadi penyebab utama kematian untuk kalangan perempuan di negara berkembang.
Kasus di Indonesia terbilang cukup tinggi. Diperkirakan, 40 kasus baru kanker serviks didiagnosis setiap harinya dan setiap hari pula sekitar 20 perempuan di Indonesia meninggal karenanya.
Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim (serviks), yakni area bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina.
Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.
Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda.
Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai HPV, yaitu sejenis virus yang menyerang manusia.
Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya.
Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya.
Dijelaskannya, walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kanker serviks dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat menjadi tumor.
"Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat," katanya.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.