"Sebelumnya kita sempat melakukan sidak tapi tidak ditemukan kenaikan harga meskipun saat itu ada pencairan gaji ke 13. Sekarang, kenaikan TDL, apakah menjadi penyebabnya. Itu akan kita ketahui dengan memanggil distributor," kata Ade Irawan, di Cimahi, Rabu.
Pekan depan, pihaknya akan melakukan sidak terhadap sejumlah pasar yang di Kota Cimahi. Selain itu, pihaknya pun akan menugaskan Komisi II DPRD Kota Cimahi untuk mengundang mitra kerja eksekutif dari dinas terkait untuk membahas antisipasi naiknya harga menjelang puasa.
Sementara itu Kasie Perlindungan Konsumen dan Perdagangan Dinas Penduduk, Pencatatan Sipil Sosial dan Tenaga Kerja Edi Nugroho menyatakan, dirinya tidak memungkiri maraknya kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dia mengatakan, pihaknya sebagai representasi pemerintah kesulitan dalam mengintervensi kenaikan harga tersebut.
"Kenaikan harga itu seperti alamiah yang sulit diputus agar tidak naik. Kenaikan TDL dan gaji PNS seringkali diikuti dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok," katanya.
Selain itu, kata dia, persediaan beras di Kota Cimahi terbilang aman sampai menjelang puasa. Oleh karenanya, pihaknya masih merasa belum saatnya untuk melakukan operasi pasar.
"Operasi pasar baru akan dilakukan jika dalam tiga pekan berturut-turut terjadi kenaikan sebesar 15 persen. Hanya saja saat ini harga gula putih cenderung terus menaik meski hanya Rp 100 setiap harinya," katanya.
Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil surveri terakhir, menurut dia, harga beras termurah Rp 5.500 dan tertinggi Rp 7.200 per liter. Daging ayam Rp 24 ribu, daging sapi Rp 56 ribu, telur ayam Rp 13.500 dan gula pasir Rp 9.000 serta tepung terigu Rp 7.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabai merah satu kilonya Rp 40 ribu dan cabe rawit Rp 45 ribu. ***2***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.