Beberapa pasar tradisional seperti Depok Lama, di Jalan Dewi Sartika, Rabu, aktivitas perdagangan relatif stabil, namun harga beberapa komoditas sembako mulai naik.
"Untungnya semakin berkurang mas, kami sebagai pedagang kecil makin terjepit, modalnya cukup besar tapi keuntungan justru kecil," kata Mardiono, pedagang sembako di Pasar Depok Lama.
Harga sembako yang mengalami kenaikan yaitu beras jenis IR 42 naik dari Rp6.500 menjadi Rp7.500 per kg, jenis IR 64 naik dari Rp 7.100 menjadi Rp7.600 per kg, IR 24 dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 per kg. Begitu juga dengan beras Ramos dari Rp7.000 menjadi Rp7.700 per kg.
Harga cabai merah mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu dari Rp37 ribu menjadi Rp50 ribu per kg. Cabai hijau besar naik dari Rp15 ribu per kg menjadi Rp25 ribu per kg.
Para pedagang mengeluhkan kenaikan harga sembako tersebut karena menyebabkan pendapatan mereka menurun.
"Tidak tahu kenapa naik, yang pasti harga dari pemasok sudah naik, jadi saya juga harus menaikkan harga," kata Yanti, pedagang sayur mayur.
Di pasar tradisonal Depok Jaya harga minyak goreng mencapai Rp10.000 per kilogram dari sebelumnya Rp9.500 per kilogram. Begitu juga dengan cabai merah dari Rp10 ribu per kilogram merangkak hingga mencapai Rp13 ribu.
Kenaikan harga tersebut membuat konsumen, khususnya ibu rumah tangga semakin kebingungan."Saya bingung kenapa harga sembako terus naik, padahal bulan puasa masih sebulan lagi," keluh Efi, seorang ibu rumah tangga di Depok Jaya.
Persoalan itu membuat dirinya harus selektif dalam membelanjakan uang, karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi.
"Sudah listrik dan air PDAM naik, harga sembako ikut naik, jadi pusing ngatur uang belanja," keluhnya.
Ia mengharapkan pemerintah melakukan upaya meredam gejolak harga sembako karena komoditas-komoditas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.*
(F006/N002)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.