Cianjur (ANTARA) - Kantor SAR Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bersama petugas gabungan mengevakuasi jasad Rifal Lurohman (18) sekitar 9 kilometer dari lokasi pertama dilaporkan tenggelam saat mengambil air wudhu di Sungai Citarum, tepatnya di Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana saat dihubungi, Rabu, mengatakan informasi kejadian diterima pihaknya pada Rabu dini hari pukul 05.45 WIB, dan petugas langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Korban dilaporkan hilang tenggelam terbawa arus Sungai Citarum pada Selasa (8/9) malam, saat hendak mengambil air wudhu. Ia terpeleset jatuh ke sungai dan diduga tidak bisa berenang sehingga terbawa arus.

"Pencarian hari pertama tidak berjalan maksimal karena sudah malam dan cuaca sempat turun hujan. Ketika pencarian Rabu pagi hendak dilakukan petugas mendapat informasi dari warga terkait penemuan jenazah korban," katanya.

Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban dibawa ke Pesantren Assalaful Jadid Yayasan Albantari tempat korban menjalani pendidikan guna proses pemakaman.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus deras dan lingkungan sekitar berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami meminta masyarakat tetap waspada saat melakukan aktivitas di pinggir sungai, terutama ketika arus deras hindari berenang atau melintas di atas sungai," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026