"Saya harap donor darah bisa menjadi 'life style' bagi masyarakat," kata Jusuf Kalla dalam kuliah umum kemanusiaan, di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, Kamis.
Mantan wakil presiden tersebut mengakui bahwa 80 persen masyarakat mengenal PMI dari program donor darah, dan sisanya 20 persen mengetahui dari berbagai hal lainnya.
"Sejak 1951 pemerintah menyerahkan masalah donor darah kepada PMI," katanya.
Dia mengatakan, sebuah negara minimal mempunyai dua persen kantong darah dari jumlah penduduk. Sedangkan di Indonesia baru mencapai 1,7 persen atau sekitar dua juta kantong darah.
"Seharusnya kita mempunyai 4 juta kantong darah, jadi kita masih kekurangan kantong darah," ujarnya.
Di negera-negara maju seperti Amerika Serikat ataupun Australia, katanya, kantong darah yang tersedia mencapai lima persen dari jumlah penduduk.
"Kebutuhan darah di negara maju sangat banyak, jadi persediaan darah juga harus mencukupi," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya menyiapkan unit donor darah di 100 mal di Indonesia. Menurut dia, dua tempat potensial untuk donor darah yaitu kampus dan mal.
"Tempat tersebut merupakan lalu lintas orang terbanyak dan juga merupakan kelas menengah yang sehat-sehat," katanya.
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.
PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan.
Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI cabang (tingkat kota/kabupaten) di Indonesia
Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.
Feru L
Editor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.