Hasil lelang perdana gula pada musim giling 2010 dari empat pabrik di wilayah III Cirebon di kantor PG Rajawali Nusantara II di Jl Wahidin Kota Cirebon, Rabu (23/6) sore tadi rata-rata jatuh pada harga Rp761.500 per kuintal, namun harga tersebut belum memenuhi harapan para petani tebu.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Cirebon, Anwar Asmali, mengatakan, saat ini para petani mengharapkan harga gula pada lelang perdana ini bisa mencapai harga Rp 790.000 per kuintal atas pertimbangan kondisi cuaca yang masih belum stabil.

"Dengan pertimbangan cuaca yang masih belum menentu ini, kami berharap harga gula bisa mencapai Rp790.000 per kuintal. Dengan harga tersebut kami menghitung dapat menutup biaya-biaya operasional yang membengkak akibat musim hujan seperti terhambatnya pengangkutan maupun proses penebangan tebu yang berdampak juga pada kualitas tebu," kata Anwar seusai pelalangan.

Dijelaskannya, rata-rata rendemen gula saat ini sangat rendah yaitu berada pada tingkat 6,2 persen yang artinya masih belum menguntungkan para petani.

"Kalau rendemen gula bisa mencapai 7 persen saja, kami yakin dengan hasil lelang seharga itu dapat menguntungkan petani," katanya.

Meski demikian, Anwar mengaku hasil lelang yang rata-rata jatuh pada harga Rp761.500 perkuintal masih lebih baik dibandingkan dengan harga gula petani di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berada pada kisaran Rp743.500 per kuintal.

Anwar berpendapat jika kondisi harga gula seperti ini akan
berlangsung terus hingga beberapa tahun ke depan. Apalagi rencana
pemerintah menetapkan PPN 10 persen untuk gula dibebankan ke para
petani diberlakukan, maka dia meragukan rencana bangsa Indonesia akan
swasebada gula pada tahun 2014 dapat terwujud.

"Jika pemerintah tetap memberlakukan PPN 10 persen untuk harga gula dibebankan kepada petani, maka dikhawatirkan petani akan berhenti
menanam tebu dan akhirnya target pemerintah tahun 2014 Indonesia
Swasembada gula tidak akan pernah terwujud," kata Anwar.

Sementara itu, dalam lelang perdana, gula di kantor PG Rajawali
Nusantara II Cirebon diikuti oleh empat pabrik gula di Wilayah III
Cirebon yaitu PG Jatitujuh dengan quantum gula 134,82 kuintal,
Karangsuwung 431,53 kuintal, Tersana Baru 851,97 kuintal, dan
terbanyak PG Sindang Laut 1.496,48 kuintal.

Tiga calon pembelinya yaitu Persatuan Pengusaha Gula Indonesia (PPGI) Cirebon, PD Aman Cirebon dan PT Fajar Mulia Surabaya.

Hasil lelang perdana kali ini seluruh gula diborong oleh PPGI. Untuk gula dari PG Jatitujuh dibeli dengan harga Rp758.000 perkuintal,
sedangkan gula produksi PG Karangsuwung, Tersana Baru dan Sindang Laut
seluruhnya disepakati dibeli seharga Rp761.500 perkuintal. *
(Y003/M012)


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026