Hujan interupsi terjadi ketika ketika rapat akan mengambil keputusan dari dua pilihan, yaitu pengesahan hak interpelasi melalui opsi voting atau mendengarkan penjelasan dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan secara langsung.
Pimpinan rapat Irfan Suryanagara tampak kewalahan ketika beberapa anggota dewan menyatakan interupsi dalam waktu bersamaan.
Sempat terjadi kericuhan karena perilaku anggota dewan yang berteriak karena interupsinya tidak digubris pimpinan rapat.
Akibat kejadian ini, pimpinan rapat menskorsing rapat selama 10 menit sambil melaksanakan shalat magrib.
Dalam sidang tersebut, dari enam fraksi yang ada di DPRD Jabar, yakni Fraksi PKS, Golkar, PAN, Demokrat, Hanura dan PKB serta Gerindra menyatakan tidak setuju dengan usulan interpelasi dan hanya dua fraksi yang setuju, yakni Fraksi PPP dan PDI Perjuangan.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengusulkan penggunaan hak interpelasi terkait dengan LKPJ Gubernur Jawa Barat tahun anggaran 2009.
Inisiator hak interpelasi LKPJ Gubernur Jabar Donny Ahmad Munir, mengatakan, tujuan diusulkan hak interpelasi tersebut untuk mendapatkan keterangan lebih jelas tentang LKPJ Guberbur.
Ia menegaskan, hak interpelasi tersebut digulirkan tanpa ada muatan politis.
"Tidak ada muatan politis, hak interpelasi ini sifatnya objektif yakni untuk mengklarifikasi secara langsung ke Gubernur," katanya.
Dia mengatakan, dalam LKPJ Gubernur Jabar tahun 2009 banyak janji gubernur yang belum tercapai, seperti masalah indeks pertumbuhan manusia dan laju pertumbuhan ekonomi.
"Terkait IPM Jabar, sebagai indikasi kesejahteraan masyarakatnya, masih sangat jauh dari harapan serta target dan belum tercapai," katanya.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.