Namun tingginya minat tersebut, tidak ditunjang dengan berbagai faktor, seperti bahan buku bacaan yang masih sangat terbatas, kata Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat, Dedi Junaedi, saat bersafari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) 2010 di Cianjur, Kamis.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil survei LPPM Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, minat baca masyarakat Jawa Barat, sudah tumbuh hingga mencapai 70 persen.
"Untuk itu, kami menggelar kegiatan 'road show' minat membaca di 26 kota/kabupaten di Jawa Barat ini, dengan harapan menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya," kata Dedi.
Meningkatnya minat baca itu, ungkap dia, bisa menjadi embrio terbentuknya kegemaran membaca ditingkat masyarakat.
Pasalnya berdasarkan penelitian UNDP, gemar membaca masyarakat Indonesia dan khususnya di Jawa Barat, masih sangat jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangga.
"Di Singapura misalnya, kegemaran membaca di negara ini sudah mencapai 92 persen dengan 900 judul buku yang dibaca masyarakatnya. Sedangkan di Jawa Barat, dari 1.000 judul buku, hanya satu judul saja yang dibaca," tuturnya.
Sedangkan untuk Kabupaten Cianjur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, telah menyalurkan bantuan stimulan berbentuk pengadaan buku di perpustakaan-perpustakaan desa atau perpustakaan keliling di 132 dari 348 desa yang ada.
Sementara itu, Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Cianjur, Djoni Rozali, mengungkapkan kegiatan safari GPMB ini, dapat menjadi momentum kebangkitan meningkatkan minat baca masyarakat Cianjur.
Wakil Bupati Cianjur, Dadang Sufianto mengaku optimistis, gerakan minat baca di Kabupaten Cianjur bisa terselenggara dengan sukses.
Guna mendukung hal tersebut, kata wakil bupati, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Pendidikan untuk segera melakukan survei menyangkut minat baca masyarakat.
(U.K-FKR/C/Y008/Y008) 20-05-2010 17:19:01
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.