Akibat peristiwa tersebut, enam orang penumpang KA Pasundan jurusan Surabaya-Bandung menuju Bandung mengalami luka dikepala dan bagian tubuh terkena pecahan kaca dan batu hingga terpaksa diturunkan di stasiun Tasikmalaya.
Enam orang korban lemparan batu tersebut tiga diantaranya terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya untuk mendapatkan perawatan intensif karena mengalami luka serius dibagian kepalanya.
Petugas stasiun KA Tasikmalaya, Endang, mengatakan, tiga orang yang dilarikan ke rumah sakit yakni Ade warga Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Sopyan Warga Ciwidey, Bandung dan Nurhayati warga Purowrejo, Jawa Tengah.
Endang mengatakan aksi pelemparan batu terhadap KA Pasundang belum diketahui motifnya namun diduga karena didalam gerbong tersebut terdapat pendukung klub sepak bola Pasopati dari Solo Jawa Tengah.
"Kami belum mengetahui penyebab aksi pelemparan ini," katanya.
Sementara itu korban luka lemparan, Sopyan mengatakan peristiwa tersebut terjadi cukup cepat setelah KA melewati stasiun Ciamis, tiba-tiba terdengar suara gaduh pada gerbong KA.
"Tiba-tiba terdengar suara seperti tembakan, tidak lama kaca jendela kereta pecah dan batu besar mengenai penumpang," katanya.
Sementara itu, akibat peristiwa tersebut, lima gerbong KA Pasundan pecah berantakan. Untuk mengantisipasi kembali terjadinya aksi pelemparan pihak PT KAI lansung melakukan penjagaan serta patroli disepanjang jalan rel tempat terjadinya pelemparan batu.***5***
Feri Purnama
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026