Garut, 21/2 (ANTARA) - Sebagian besar warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terutama yang bermukim sepanjang bantaran sungai Cimanuk dan perbukitan, setiap harinya siaga dan mewaspadai jika mulai terdapat cuaca mendung yang disertai kilatan petir.

"Kami khawatir tiba-tiba terjadi banjir bandang, yang bisa meluluh-lantakan perkampungan ini," ungkap Endang Somad(45), warga kampung Cimacan di tepi sungai Cimanuk saat ditemui, Sabtu.

Dikatakan, warga mulai banyak yang mengemasi barang berharga mereka, untuk bisa segera dievakuasi apabila Karena pada beberapa hari lalu.

Sempat terjadi luapan air sungai hingga mencapai halaman rumah, meski tidak berlangsung lama, tetapi cukup mengkhawatirkan karena cukup banyak dipenuhi sampah rumah tangga serta terus-menerus dilakukan pengerukan pasir.

Bahkan setiap malam secara bergiliran dilaksanakan ronda malam, yang bukan hanya untuk mengantisipasi terjadinya kasus pencurian, melainkan juga memantau kondisi ketinggian air sungai yang kini semakin berwarna coklat pekat akibat bercampur tanah merah dari arah hulu.

Karena pada beberapa hari lalu, sempat terjadi luapan air sungai nyaris mencapai halaman rumah, meski tidak berlangsung lama, tetapi cukup mengkhawatirkan karena cukup banyak dipenuhi sampah rumah tangga serta terus-menerus dilakukan pengerukan pasir.

Kewaspadaan juga dilakukan warga yang bermukim di kawasan perbukitan, antara lain di kaki lereng gunungapi Guntur dan Papandayan di kecamatan Cisurupan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Jawa Barat, Udjwalaprana Sigit juga mengemukakan di Garut, kewaspadaan tersebut mutlak diperlukan masyarakat, karena jika saat cuaca mendung warga desa Tanjungkarya kecamatan Samarang tidak segera mengungsi, dipastikan bencana longsor di wilayah itu akan menelan banyak korban jiwa.

Diimbau kesiap-siagaan menghadapi ancaman terjadinya bencana alam berupa tanah longsor, banjir lumpur serta banjir bandang di bantaran sungai, perlu terus-menerus dilaksanakan masyarakat namun hendaknya tidak mudah panik.

Selain itu agar secara terencana memperkirakan berbagai kemungkinan yang terjadi, dengan merencanakan tujuan lokasi pengamanan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, serta terus melakukan komunikasi dengan pengurus RT, RW maupun kepala desa, katanya.

(U.PK-HT/B/M019/M019) 20-02-2010 14:27:23


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026