Sehingga arus lalulintas kendaraan bermotor yang melintas dari kedua arah terpaksa terhenti, akibatnya ratusan calon penumpang angkutan umum tujuan Cianjur selatan atau sebaliknya, terpaksa berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan.
Unang (38) warga setempat yang ditemui, Jumat mengatakan, longsoran tanah tebing di kawasan itu belakangan ini memang rawan longsor terutama pada musim penghujan.
Meski arus lalulintas kendaraan terhambat, namun dalam musibah itu. Upaya menyingkirkan longsoran tanah yang menutup badan jalan sepanjang 20 meter, saat ini, tengah diupayakan dinas terkait di Pemkab Cianjur.
"Longsor terjadi pada Kamis (18/2) petang. Hampir setiap tahun longsor melanda kawasan ini," kata Unang.
Pantauan ANTARA, menjelang siang ratusan warga dengan tujuan Cianjur Selatan, terpaksa berjalan kaki menyusuri tebing hingga ratusan meter, untuk mendapatkan kendaraan guna melanjutkan perjalanan.
Bahkan puluhan pelajar yang bersekolah di Cianjur, terpaksa meliburkan diri karena terlambat akibat terputusnya jalan dan sulitnya mendapatkan angkutan.
"Saya terpaksa libur karena sudah terlambat untuk masuk sekolah. Kami baru tahu kalau jalan utama yang menghubungkan Cianjur selatan dengan Cianjur kota terputus," ucap Idang (17) siswa SMA Negeri di Cianjur.
Sementara itu, longsor disertai banjir melanda beberapa kecamatan di Cianjur selatan, seperti di Kecamatan Pagelaran, belasan kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tertimbun longsor disertai air bah setinggi satu meter.
Begitupula dengan 15 kepala keluarga di Kecamatan Kadupandak, terpaksa mengungsi karena air bah setinggi 1,5 meter dari Sungai Cibuni, meluap. Belasan kepala keluarga itu, terpaksa mengungsi di bangunan sekolah yang dinilai aman dari jangkauan air.
Sedangkan di Cianjur utara, sedikitnya 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, karena kampung mereka terendam banjir setinggi satu meter, serta rumah mereka terancam longsor.
"Saat ini warga yang berada di kampung tersebut telah diungsikan ketempat aman. Hingga batas waktu yang cukup lama karena saat ini tebing yang mengililingi kampung itu, tejadi retakan di beberapa titik," kata Ketua Satgana PMI Cianjur Ruddy Syahdiar, Jumat.
Saat ini ungkap Ruddy, pihaknya telah mengirimkan tim ke beberapa lokasi bencana tersebut. Bahkan tim Satgana PMI, telah membawa bantuan bagi para pengungsi.
(U.K-FKR/B/Y008/Y008) 19-02-2010 12:54:58
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.