Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso SIK kepada wartawan, Jumat malam membenarkan dari hasil pemeriksaan saksi mata pelaku perampok yang membawa senjata api menyamar dengan menggunakan pakaian polisi lalulintas.
Ia menjelaskan aksi perampokan dilakukan dengan memberhentikan mobil BCA cabang Ciamis yang hendak akan menyetorkan uang ke bank BCA cabang Tasikmalaya sebesar Rp2 milyar.
Mobil BCA yang dikemudikan Gugun Gunara, ditemani satu orang satpam sebagai pengawal dan tiga orang lainnya pegawai BCA dihentikan salah berseragam rompi atribut polantas yang sudah berdiri seorang dipinggiran jalan.
"Pelaku melakukan modus terbilang baru dengan memberhentikan mobil pura-pura memeriksa kendaraan korban," katanya.
Pelaku yang beraksi hanya satu orang dengan menghentikan mobil dan menuduh supir bank BCA telah menyerempet kendaraan lain di kawasan Ciamis.
Pelaku yang menggunakan helm tertutup mengambil kunci mobil sambil mengeluarkan senjata api lalu menembak ke atas dan menyuruh empat penumpang lainya termasuk satpam bank BCA keluar mobil.
Mobil Kijang Inova warna Silver Gold Nopol D1303KI yang membawa uang sebesar Rp2 milyar disimpan dibelakang bagasi mobil berhasil dibawa kabur pelaku.
"Pelaku todongkan senjata bahkan sempat meletuskanya ke udara untuk menakuti korbanya, hingga membawa kabur uang Bank BCA cabang Ciamis dengan total Rp2 milyar," kata Kapolres.
Pasca peristiwa perampokan bersenjatakan api, jajaran Polres Ciamis bekerjasama dengan jajaran Polresta Tasikmalaya, Garut, dan Banjar, Jumat malam melakukan pengejaran dan operasi jalan raya.
"Dengan kejadian tersebut, kami langsung bergerak melakukan
penyebaran sebanyak tiga tim, dengan melakukan penyebaran anggota ke
beberapa wilayah," kata Kapolres.
Sementara itu seorang supir masih dilakukan pemeriksaan Polsek setempat, sedangkan keempat orang lainnya, satpam BCA cabang Ciamis, Asep Hermana (39), Ny Risa (45) sebagai CSO dan Maya Hamayani (45) sebagai Taeler diperiksa di Polres Ciamis.
Menurut Gugun yang baru bekerja dua tahun sebagai supir mobil BCA, peristiwa tersebut membuat dirinya beserta keempat rekan lainnya kaget
dan tidak melakukan perlawanan karena pelaku membawa senjata api.
Gugun menerangkan saat itu mobil yang dikendarainya melaju pelan kemudian didepan mendapati salah seorang berseragam lengkap polisi lalu lintas.
Pelaku berseragam polisi itu kemudian mengertak dengan mengeluarkan senjata api dan menembakannya ke udara dan menyuruh keluar dalam mobil dan tiarap.
"Saya kira ada rajia mau menanyakan surat-surat, tapi pelaku
itu menuduh saya telah menyerempet mobil lain, dan menembakan senjata ke atas," katanya.
Pelaku yang masih menodongkan pistol segera masuk dan langsung membawa kabur mobil yang berisikan uang BCA menuju arah Tasikmalaya, kata Gugun.***4***
(U.PK-FPM/B/M019/M019) 06-02-2010 09:00:20
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.