"Berbagai jenis produk perdagangan asal China itu, kian membanjiri pasar Garut dengan harga relatif murah, sedangkan produk garmen Garut dihasilkan para tenaga kerja yang masih belajar bekerja dengan kualitas yang kerap hanya pas-pasan," katanya di Garut, Rabu.
Meski pemerintah selama ini telah berupaya mempersiapkan perdagangan bebas itu, diantaranya dengan menyelenggarakan pelatihan keterampilan para tenaga kerja, namun diakui kemungkinan masih belum membuahkan hasil yang maksimal.
Bahkan dipastikan persiapan pun dilakukan pada berbagai sektor perekonomian, termasuk di kabupaten Garut yang ternyata banyak dihadapkan pada permasalahan keterbatasan anggaran setiap tahunnya, ungkap Elka Nurhakimah.
Keterbatasan anggaran, mengakibatkan tidak seluruh calon tenaga kerja di daerah ini bisa diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan, melainkan diselenggarakan secara bertahap pada jenis pelatihan keterampilan tertentu, katanya.
Sehingga kualitas produk mereka-pun masih kalah bersaing, dibandingkan produk komoditi perdagangan dari China yang semakin membanjiri kota Garut dan sekitarnya, diantaranya alas kaki dari negeri tirai bambu itu bisa diperoleh dengan mudah dan harga murah.
Tetapi dengan pelaksanaan ACFTA ini, dimaknai oleh seluruh jajaran pemerintahan setempat terutama untuk berupaya meningkatkan kualitas daya saing perdagangan produk komoditi lokal, kendati masih diperlukan waktu yang batasannya juga masih belum dapat ditentukan.
Seluruh "stakehorder" pun diserukan, agar dengan kebersamaan berupaya maksimal meningkatkan daya saing di berbagai sektor perekonomian daerah ini, tutur Elka menambahkan.
Sementara itu staf ahli Menteri Keuangan Chatib Basri menilai implementasi ACFTA tidak perlu ditakuti mengingat yang terjadi hanyalah legalisasi barang selundupan asal China.
"Kita khawatir untuk sesuatu yang sudah terjadi, barang-barang China sudah ada disini lewat selundupan, sekarang hanya dilegalisasi saja," kata Chatib usai diskusi bertema 100 hari SBY dan Arah Ekonomi Indonesia di Jakarta, Selasa malam.
John D hidayat
(U.PK-HT/B/Y003/Y003) 03-02-2010 12:01:46
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.