Garut, 1/2 (ANTARA) - Berbagai upaya pencarian korban tergerus tanah longsor dan banjir lumpur , Asep (21) terus dilakukan sejak Jumat (29/1) sore, namun hingga Senin malam belum ditemukan.

Warga terus melakukan penyisiran setiap lekukan sungai Cikandang serta membongkar sejumlah bongkahan longsoran tebing, tetapi Asep warga desa Talagawangi kecamatan Pakenjeng masih misteri, ungkap camat setemat, Jajat Darajat didampingi Kapolsek AKP Shobur, Senin malam.

Camat juga mengakui, medan sangat sulit diperparah kerap turunnya kabut tebal disertai hujan deras dengan kondisi temperatur udara rata-rata 15 derajat Celsius, menyebabkan beberapa kali dirinya bersama Kapolsek AKP Shobur terperosok pada kubangan rawa lumpur sedalam pinggang.

Namun upaya pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi, hingga selama tujuh hari pasca tertimbun serta tergerusnya korban Asep tersebut, tegasnya.

Sementara itu, Ny. Asep(18), istri korban yang hilang tergerus bencana tanah longsor ini, masih mengalami depresi berat menyusul upaya pencariannya hingga sekarang belum membuahkan hasil.

Kondisi cuaca berkabut tebal disertai hujan deras, acap kali terpaksa untuk sementara pencarian kembali dihentikan pada malam hari, karena lampu sorot setajam apapun tak bisa menembus pekatnya kabut tebal tersebut.

Istri korban yang sedang mengandung dua bulan calon anak pertamanya itu, terus-menerus menangis bahkan kerap menjerit histeris, ungkap camat setempat, Jajat Darajat.

Korban sebelumnya tertimbun longsoran tanah dan batu saat menjaring ikan di kolam, bersama Adam(21) serta Wawan(19), namun Wawan berhasil menyelamatkan diri dari sergapan gemuruh longsoran tanah, walaupun yang bersangkutan mengalami luka memar pada wajah dan pelipisnya dan kini terpaksa dirujuk ke RSU dr Slamet Garut.

Sedangkan Adam(21) ayah satu anak, berhasil ditemukan Sabtu (30/1), dalam kondisi hanyut terbawa aliran sungai Cikandang sejauh 60 km, tewas dengan wajah yang sangat sulit dikenali, di kampung Jayabaya kecamatan Mekarmuti namun dipastikan atas nama Adam yang sehari-harinya sebagai petani.



(U.PK-HT/C/Y003/Y003) 01-02-2010 19:01:27


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026