Garut, 22/1 (ANTARA) - Warga Garut antisipasi aksi para pendukung Persebaya Surabaya yang selama ini dikenal dengan sebutan "bondo nekat" (Bonek) karena dipastikan mereka melintasi stasiun KA Cibatu Garut.

Warga Garut seputar stasiun Cibatu sejak tadi sore hingga malam ini, mewaspadai kedatangan KA Pasundan yang akan melintas dari Surabaya menjelang tengah malam, ungkap warga setempat termasuk Surya(34) yang mengaku bertugas ronda malam di lingkungannya.

Bahkan menurutnya, jajaran kepolisian setempat, Polres Garut dan dari Polda Jawa Barat akan melakukan penghadangan jika mereka berbuat keonaran, karena umumnya mereka hanya berbekalkan uang Rp5 ribu dengan menempuh perjalanan Surabaya-Bandung selama hampir sehari semalam.Sehingga dipastikan mereka lapar dan haus, seperti pernah terjadi beberapa tahun lalu, bonek sempat menyerbu kebun penduduk dan memaksa minta makan dan minum pada masyarakat sekitar stasiun KA Cibatu, katanya.

Sehingga sejak tadi sore, toko, kios dan warung nasi terpaksa ditutup rapat termasuk rumah penduduk sekitarnya mendapat pengawasan warga setempat.

Mereka berdatangan karena akan menyaksikan pertandingan Persib melawan Persebaya Surabaya di Bandung, sehingga diperoleh informasi seluruh kawasan stasiun KA di Bandung pun mendapatkan penjagaan ektra ketat, ungkap sumber PT KAI Cibatu yang enggan disebut namanya.

Are-are Suroboyo, yang menamakan diri Bonek ini dikabarkan kerap melakukan pengrusakan fasilitas umum, saat mereka kecewa jika kesebelasannya kalah, kemudian mengamuk dengan kondisi perut lapar dan haus serta hanya bermodalkan kenekadan, sehingga sering berbuat melawan hukum.***4***


John D Hidayat
(U.PK-HT/B/J006/B/J006) 22-01-2010 21:17:18


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026