Sri Asih dan Ai Siti Rahma, anggota kelompok Kecamatan Peundeuy, 58 km arah selatan dari pusat Kota Garut, sama-sama mengatakan, peralatan dibutuhkan untuk mendukung pembuatan abon serta dendeng berbahan baku jantung pisang, juga gula merah berbahan baku nira.
Menurut Sri Asih, banyak bahan baku di pedalaman Garut yang bisa dikembangkan menjadi beragam produk kuliner bernilai ekonomi, namun selama ini diproduksi apa adanya karena tidak ada alat pendukung.
Kendala serupa dialami kelompok Kecamatan Talegong, 140 km arah selatan dari pusat Kota Garut, yang kini membuat tungku berbahan bakar sekam padi berharga jual Rp200 ribu setiap unit, serta pembudidayaan tanaman rosela dan manisan dari limbah tahu, ungkap Dadang Sukmawar, petugas Balai Penyuluh Pertanian setempat.
Koodinator penyuluh pertanian Kecamatan Caringin, Ojo, 125 km arah selatan dari pusat Kota Garut melaporkan, produktivitas yang dikembangkannya antara lain pembuatan sapu berbahan baku rumpun tanaman tebu-tebuan.
Sedangkan Deden dari kelompok tani Seroja Kecamatan Pakenjeng mengatakan, pihaknya membutuhkan peralatan untuk mengembangkan minyak goreng berbahan baku kelapa.
***2***
John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/C/s018/s018) 16-12-2009 13:59:33
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.