Bandung, 10/12 (ANTARA) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memblokir jalan Dipenogoro, kota Bandung dalam memperingati hari hak asasi manusia (HAM) sedunia, Kamis.

Pemblokiran jalan tersebut usai melakukan aksi mahasiswa di depan kantor gubernur Jabar.

Penutupan jalan tersebut tidak berlangsung lama, karena Kepolisian telah memperingatkan para pendemo untuk tidak mengganggu ketertiban umum.

Pemblokiran jalan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas pengendara yang melintasi jalan Dipenogoro.

Selain melakukan pemblokiran jalan, aksi demo puluhan mahasiswa tersebut membakar ban bekas di depan gedung sate.

Aksi itu nyaris ricuh saat pendemo perang mulut dengan polisi.

Salah seorang pendemo menghantamkan botol ke kepalanya hingga pecah. Aksi tersebut berhasil diredam saat kepolisian dan masa berembuk untuk damai.

Puluhan massa tersebut mendatangi gedung gubernur Jabar, jalan Dipenogoro, kota Bandung sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis. Para pendemo menyerukan peringatan Hari HAM sedunia dengan menuntut korupsi sebagai kejahatan paling berat.

"Koruptor merupakan bandit dan kejahatan HAM paling berat. Oleh sebab itu kita menuntut agar para koruptor tersebut ditangkap dan diadili," ujar koordinator aksi Adi Irawan.

Menurutnya, fenomena pelanggaran HAM yang terhenti ditengah jalan, menunjukan tidak berdaya penegak hukum terutama pemerintah di negeri ini untuk berani keluar dari intervensi kepentingan pemodal kelas kakap.

"Seperti fenomena penculikan para aktifis, pembunuhan Munir hingga perampasan masa depan anak bangsa yang terjadi di Sidoarjo Jatim akibat lumpur lapindo," katanya.

PMII sendiri, kata dia, tidak akan tinggal diam mengingat pelanggaran dan ketimpangan kebijakan yang semakin banyak di negeri ini.

"Kita tidak bisa tinggal diam ketika negeri ini dicabik-cabik oleh kepentingan dan kekuasaan semata," katanya.***4***
Jaka Permana
(T.PSO-058/B/Y003/Y003) 10-12-2009 15:30:22


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026