Garut, 7/12 (ANTARA) - Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) H. Iman Alirahman, Senin, mengingatkan agar seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) merencanakan efisiensi penggunaan anggaran, akibat rendahnya dana APBD kabupaten Garut 2010.

Kondisinya cukup berat, menyusul masih rendahnya dana perimbangan sehingga sangat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah setempat (PADS), yang juga masih belum memadai, katanya.

Sedangkan pasokan dana alokasi umum (DAU), kenaikan nya berkisar Rp19 miliar atau dibawah tiga persen dibandingkan peningkatan pada DAU tahun lalu, dengan total DAU APBD 2009 Rp1.012.059.240.000 serta dana perimbangan 2009 Rp1.188.646.099.000,-
Namun bagi SKPD yang mendapatkan pasokan dana alokasi khusus (DAK) 2010, dinilai masih mendingan meski tetap harus dapat mengoptimalkan setiap dana dari berbagai sumber itu.

Karena Pemkab Garut memiliki kewajiban mengalokasikan dana pendampingan bagi DAK, kenaikan gaji 4,5 persen serta biaya rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) kerusakan ringan rumah penduduk akibat diterjang gempa, yang bisa mencapai Rp25 miliar.

Selain dana pendampingan mencapai Rp35 miliar, juga diperlukan dana tugas pembantuan, sehingga kini seluruh SKPD penghasil PAD supaya segera membahas capaian dan realisasi selama tahun anggaran 2009.

Kendati bukan hanya membahas capaian realisasi yang memenuhi target, melainkan juga mengenai capaian PAD yang tak memenuhi target, tegas Iman Alirahman.

Staf akhli Bupati, H. Syamsuddin, MBA saat ditemui terpisah mengemukakan, turunnya APBD Garut 2010 karena dananya paling banyak terserap belanja pegawai dibandingkan untuk kegiatan yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, meski RAPBD 2010 mencapai sekitar Rp1,7 triliun lebih.

Atau mengalami peningkatan dibandingkan APBD 2009 Rp1,3 triliun lebih, namun minimnya perimbangan keuangan pusat dan daerah mengindikasikan pemerintah pusat tak mau terlalu terbebani oleh daerah sekaligus daerah dipacu untuk mencari sumber-sumber keuangan yang sah, katanya.
Padahal sumber-sumber pendapatan asli daerah di kabupaten Garut, tak mengalami peningkatan signifikan sedangkan untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA), juga masih sangat memerlukan padat modal, padat teknologi serta aset sumber daya manusia (SDM) yang memadai, ungkap Syamsuddin. ***1***

John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/C/Y003/Y003) 07-12-2009 15:53:03


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026