Indramayu,25/11(ANTARA)-Harga hewan kurban di kabupaten Indramayu, Jawa Barat terus melonjak naik menjelang hari raya Idul Adha 1430 H.

Rohendi pedagang hewan kurban di Indramayu, Rabu mengatakan, naiknya harga hewan kurban diperkirakan akan terus terjadi hingga mendekati Idul Adha.

"Kenaikan harga hewan kurban terjadi karena permintaan mendekati Idul Adha terus meningkat, sedangkan pasokan semakin sulit dan jumlahnya sangat terbatas," ujarnya.

Dia menuturkan, meskipun harga terus bergerak naik namun konsumen sudah memaklumi, sehingga jual-beli hewan kurban tersebut tidak ada masalah.

"Harga bagi konsumen bukan ukuran yang penting kambing dan sapi terjamin kesehatannya, sehingga pedagang harus menyediakan hewan kurban sesuai keinginan mereka," katanya.

Sementara itu menurut seorang pembeli, H.Yusuf mengakui kenaikan harga hewan kurban tersebut namun masih wajar yang penting sapi dan kambingnya sehat serta memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

"Masalah harga bukan ukuran yang penting cocok dan sehat hewannya, karena kenaikan harga tersebut sudah diperkirakan dan anggarannya telah disediakan sebelumnya," jelasnya.

Dia menambahkan, harga hewan kurban setiap tahun terjadi kenaikan seperti kambing yang ukuran sedang tahun sebelumnya hanya Rp1,5 juta sekarang Rp2juta, wajar karena pedagang tersebut musiman jika mengambil untung cukup tinggi sesuai dengan resiko pedagang hewan kurban tersebut.

"Pedagang hewan kurban rata-rata mempunyai pengalaman memelihara kambing dan sapi, juga bisa membedakan hewan tersebut sehat,perawatan dan penjagapun dilakukan selama 24jam," ujarnya.

H.Sumiati mengaku kenaikan hewan kurban mendekati Idul Adha memang terjadi setiap tahun, namun semua pembeli rata-rata bisa memakluminya, karena kaniakan harga hewan tersebut masih terjangkau.

"Harga hewan kurban lebih murah jika membelinya langsung kepeternak,seperti peternakan yang berada didesa Jatisura kecamatan Cikedung," katanya.

***3***
Enjang Solihin
(T.PSO-061/B/A033/A033) 25-11-2009 08:06:07


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026