Cianjur, 21/11 (ANTARA)-Menjelang Hari Raya Idul Adha kali ini, hewan kurban di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dinyatakan bebas flu babi serta virus Antrax.

Dinas peternakan dan perikanan Cianjur, telah melakukan identifikasi serta pemeriksaa kesehatan seluruh hewan ternak yang ada. Hasilnya Cianjur negative Antrax dan flu babi.

Pelaksana Medik Veterinek Dinas Peternakan Cianjur, Drh Kharisudin, Jumat, menyampaikan, pola penyebaran penyakit Zoonosis tersebut, bisa melalui udara atau tanah, selain itu, bisa pula oleh hewan ternak yang datang dari luar Cianjur.

"Cianjur merupakan daerah yang diuntungkan karena terdapat beberapa gunung yang mampu menetralisir penyebaran virus lewat udara dan tanah," katanya.

Sementara itu daerah di Jawa barat yang endemis Zoonosis adalah Bogor dan Purwakarta. Penyakit Zoonosis itu, bisa menular terhadap manusia atau sebaliknya, termasuk penyakit berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian.

Selain itu, Dinas peternakan Cianjur rutin memeriksa hewan ternak yang datang dari luar Cianjur, sebagai antisipasi terjangkitnya penyakit flu babi.

Pihak terkait juga memeriksa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebagai bukti hewan tersebut dalam keadaan sehat.

Untuk masa inkubasi pun dinas peternakan memberikan waktu selama 7-14 hari, untuk pemeriksaan kesehatan sebelum masuk rumah pemotongan hewan(RPH)
"Ketika hewan datang kami tidak langsung izinkan masuk RPH. Namun ada tahap-tahap yang harus di tempuh demi terjaminnya kesehatan hewan di Cianjur," tuturnya.

Untuk monitoring menjelang lebaran Idul Adha, pihak Dinas petenakan mengadakan pemeriksaan kesehatan dari tanggal 21-29 November, di beberapa pasar ternak Seperti Cikaret, Ciaranjang serta Cibeber. ***2***

Fikri
(U.K-FKR/B/Y003/Y003) 20-11-2009 18:55:21


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026