Karena pemukiman mereka selama ini terancam terkubur longsoran batu dan pasir dari bukit Cigaronggong, yang terus menerus tergerus turun setiap diguyur hujan berintensitas tinggi, ungkap camat setempat H. Dik Dik AR saat dihubungi, Rabu.
Bahkan peristiwa tanah longsor tersebut, belum lama ini mengakibatkan berhamburannya batu berukuran besar nyaris menimpa rumah penduduk, sehingga warga sekitarnya sering berlarian meninggalkan rumah masing-masing setiap kali cuaca sangat mendung.
Mereka mengamankan diri ke sejumlah masjid serta bangunan sekolah yang letaknya cukup berjauhan dari bukit terjal itu, ujar camat Dik Dik.
Karena selama ini, beberapa masjid dan bangunan sekolah telah disiapkan untuk kegiatan evakuasi mendadak, menyusul pembangunan beronjong sepanjang ratusan meter pada dasar perbukitan tersebut, masih belum terealisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya (Pertacip) Kabupaten Ir H. Deni Suherlan, setiap ditemui mengemukakan, pihaknya bersama institusi teknis terkait masih terus melakukan pengkajian teknis.
Sedangkan setiap warga desa Cigaronggong melakukan pengungsian, selain menggendong anak balita dan bayi, juga banyak yang sambil membawa peralatan berharga seperti pesawat televisi, radio maupun pakaian ganti termasuk kasur dan bantal.
Malahan peristiwa hujan sangat deras pada Senin malam lalu (16/11), disertai suara gemuruh serta sambaran petir, mengakibatkan suasana sangat mencekam, kata camat.
Meski tak menelan korban apapun, namun kami selama ini sering dihantui ketakutan yang luar biasa, ungkap warga setempat, berkeluh kesah seperti ditirukan camat Cibalong.
Camat mengaku kerap mendatangi desa itu, untuk meredakan keresahan warga kendati sering basah kuyup terguyur hujan deras, katanya. ***3***
John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/B/Y003/Y003) 18-11-2009 17:55:53
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026