Jakarta (Antaranews Jabar) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Penganugerahan Penghargaan Organisasi Masyarakat Terbaik Tahun 2018 kepada sejumlah organisasi masyarakat untuk merangsang keaktifan ormas di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 390.000.

"Ini untuk memberi semangat ada aktivitasnya. Sebanyak 390.000 kalau sebulan bikin kegiatan, bayangkan. Ini merangsang ormas berdiri harus bisa menggerakkan organisasi dan masyarakat," kata Tjahjo Kumolo dalam penghargaan tersebut di Jakarta, Selasa.

Ormas yang mendapat penghargaan dianggap berhasil memberikan kontribusi besar dalam pembangunan dan menjaga kedaulatan bangsa di masing-masing bidang lingkup kegiatannya.

Adapun penghargaan bidang kesehatan diberikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YAKKI), bidang lingkungan hidup kepada COP (Pusat Perlindungan Orang Hutan), bidang tata kelola pemerintahan kepada Indonesia Corruption Watch (ICW), dan bidang penanggulan bencana kepada Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC).

Selanjutnya, bidang kebudayaan kepada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), bidang pemberdayaan perempuan kepada Perempuan Kepala Keluaga (Pekka), dan bidang pendidikan kepada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda.

Kategori bakti sepanjang hidup diberikan kepada Yayasan Taman Siswa, Wanita Katolik Republik Indonesia, Al Irsyad Al Islamiyyah, dan Persis.

Untuk kategori khusus, Mendagri memberikan penghargaan kepada Granat, Pemuda Pancasila, GP Ansor, dan Pemuda Muhammadiyah.

Selain ormas, penghargaan juga diberikan kepada badan kesbangpol daerah terbaik yang memonitor, menganggarkan, dan membina ormas, yakni Provinsi Sulawesi Utara, Kota Semarang, dan Kabupaten Pasuruan.

"Saya berharap Kementerian Hukum dan HAM serta pemerintah provinsi bikin acara sama agar ormas tidak sekadar papan nama, tetapi juga ada peran dan aktivitasnya," ucap Tjahjo.

Baca juga: Persis raih penghargaan dari Kemendagri


 

Pewarta: Dyah Dwi Astuti

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2018