Cirebon (Antaranews Jabar) - Harga garam di Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan anjlok hingga Rp800 per kilogramnya seiring tibanya musim panen komoditas itu.

"Kemarin harga garam itu Rp2000 per kilogramnya, namun saat ini sudah diangka Rp800," kata Petambak garam asal Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Yusuf di Cirebon, Selasa.

Menurut Yusuf harga terus turun hampir setiap minggunya, mulai dari Rp200 sampai saat ini sudah menyentuh Rp1.200 per kg dari tangan petambak.

Dengan terus anjloknya harga garam rakyat, tentu membuat petambak garam merugi, karena biaya pembuatan garam juga terus meningkat, apalagi harga sewa tanahnya.

Selain itu, turunnya harga garam juga disebabkan musim panen tiba, karena rata-rata saat ini tambak garam mulai dipanen dan garam menumpuk.

"Sekarang kan lagi musim panen, jadi garam juga melimpah dan harga kemudian turun," ujarnya.

Sementara itu petambak garam lainnya, Yanto mengaku bingung dengan anjloknya harga garam, padahal saat ini saja petambak mulai panen dan seharusnya kebutuhan garam belum terpenuhi.

"Musim hujan kan lumayan panjang dan petambak juga tidak bisa menggarap lahannya garam pastinya tidak ada, tapi baru saja panen harga terus merosot," katanya.

Menurut Yanto, harga garam seharusnya tidak terlalu merosot dan bisa stabil, karena saat ini juga baru panen, untuk itu harapan sebagai petambak harga bisa kembali naik.

Yanto menambahkan setiap musim panen, petambak garam selalu ditekan dengan harga garam yang terus anjlok dan jarang sekali mendapatkan hasil yang sesuai dengan kerih payahnya.

"Harapan kami tentunya, harga garam tidak terus anjlok, agar kami bisa menikmati jerih payah selama ini," kata Yanto.


 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Ajat Sudrajat


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2018