Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat 10 desa di daerah tersebut terendam banjir akibat hujan deras yang memicu meluapnya sejumlah sungai pada Senin (18/5) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Nuggy Pranugrah Affandi di Cirebon, Selasa, mengatakan peristiwa banjir tersebut berdampak pada 421 kepala keluarga (KK) atau 1.114 jiwa.

“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 23.15 WIB ketika air masuk ke permukiman warga di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon,” katanya.

Ia mengatakan, hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup lama di wilayah Kabupaten Cirebon dan Kuningan menyebabkan sejumlah sungai meluap, di antaranya Sungai Cipager, Ciberes, Cisanggarung, Singaraja-Singaratu, Cisoka, Kalilunyu, serta Cikalong.

BPBD mencatat wilayah terdampak meliputi Desa Dawuan, Banjarwangunan, Jatipiring, Ciuyah, Sindangjawa, Kedungsana, Mertapada Kulon, Japura Kidul, Sigong, serta Japura Lor.

Menurut dia, tinggi muka air di lokasi terdampak berkisar 20 hingga 150 cm, dengan genangan tertinggi terjadi di Perumahan Lobunta Desa Banjarwangunan, Cirebon.

Pihaknya mendata pula sebanyak 342 rumah terendam, lima fasilitas umum terdampak, serta jalan sepanjang 200 meter di Desa Mertapada Kulon, Cirebon ikut terdampak banjir.

Nuggy mengatakan BPBD bersama sejumlah unsur terkait langsung melakukan penanganan darurat, sesaat setelah menerima laporan banjir dari masyarakat.

“Petugas BPBD diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran wilayah terdampak dan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan BPBD melakukan asesmen cepat guna mendata jumlah korban terdampak, tingkat kerusakan, serta kebutuhan mendesak warga di lokasi banjir.

“Koordinasi juga dilakukan dengan seluruh pihak di lapangan agar penanganan banjir berjalan terpadu dan efektif,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, BPBD menyebarkan informasi perkembangan kondisi banjir melalui media sosial, grup WhatsApp, dan saluran komunikasi lainnya agar masyarakat memperoleh informasi terkini.

Ia menuturkan hasil asesmen menunjukkan kebutuhan mendesak warga pascabanjir meliputi makanan, selimut, dan karung untuk penanganan sementara di wilayah terdampak.

“Kondisi banjir di seluruh wilayah terdampak saat ini telah surut dan para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” ucap dia.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD catat 10 desa di Cirebon terendam banjir akibat luapan sungai

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Ricky Prayoga


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026