Petugas gabungan Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan patroli ke sejumlah destinasi wisata pantai guna memastikan wisatawan tidak berenang atau mendekati bibir pantai karena cuaca ekstrem yang masih melanda pantai selatan Cianjur.
Camat Cidaun Gagan Rusganda saat dihubungi Sabtu, mengatakan angka kunjungan wisatawan meningkat pada libur panjang akhir pekan kali ini terutama di Pantai Cemara dan Jayanti, sehingga petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, aparat desa, dan Relawan Tangguh Bencana, disiagakan guna antisipasi kecelakaan laut.
Petugas akan melakukan pengawasan dan mengimbau wisatawan untuk tidak berenang atau mendekati bibir pantai karena gelombang tinggi masih kerap terjadi sehingga dapat mengancam keselamatan.
"Patroli dilakukan secara berkala sejak pagi hingga petang, guna memantau dan meminta wisatawan yang menghabiskan libur panjang di pantai selatan tidak berenang karena gelombang tinggi masih kerap terjadi," katanya.
Petugas menggunakan pengeras suara meminta wisatawan yang berenang untuk segera menepi karena cuaca buruk kerap terjadi terutama petang sehingga gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat mengancam keselamatan wisatawan.
Pengawasan yang dilakukan bersama, tutur dia, sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan laut menimpa wisatawan, sehingga patroli bersama terus digencarkan guna mengantisipasi wisatawan yang melanggar larangan untuk berenang.
Bahkan di sejumlah titik di sepanjang pantai selatan Cianjur, terpasang papan larangan berenang dan khusus orang tua melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anaknya agar tidak bermain mendekati pantai karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat.
"Pengawasan dan patroli akan terus dilakukan termasuk saat libur panjang hari raya kurban, dimana diprediksi angka kunjungan akan kembali meningkat, termasuk pengamanan di sepanjang jalur utama selatan Cianjur," katanya.
Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah selatan Cianjur, pihaknya meminta masyarakat lebih meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026