Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai upaya mitigasi dampak kemarau panjang yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur dalam beberapa bulan ke depan, salah satunya dengan memperbaiki saluran irigasi.

Bupati Kabupaten Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Sabtu, mengatakan berdasarkan informasi BMKG kemarau panjang datang lebih cepat dan lama sehingga berbagai upaya termasuk pemetaan wilayah rawan kekeringan sudah dilakukan.

Perbaikan sejumlah saluran irigasi mulai dari utara hingga selatan dilakukan secara gotong-royong agar saat kemarau tiba area persawahan tetap dapat ditanami sehingga menghasilkan produk gabah dan beras yang tetap tinggi.

"Memasuki musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada Juli-Oktober, kami mempersiapkan berbagai cara antisipasi terutama sektor pertanian salah satunya memperbaiki dan membangun saluran irigasi yang berfungsi baik, bibit, dan pupuk yang mencukupi," katanya.

Dia menjelaskan perbaikan dan pembangunan kembali saluran irigasi sudah dilakukan mulai dari Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, Ciranjang, hingga Kecamatan Cijati di wilayah selatan, sekaligus sebagai embung air ketika kemarau tiba.

Pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau, seperti Kecamatan Cilaku, Cibeber, Karangtengah, dan kecamatan lainnya di wilayah selatan.

Pemerintah daerah menyusun kajian terkait langkah antisipasi yang akan diambil di masing-masing wilayah ketika terjadi kekeringan, di mana hasil kajian dijadikan dasar kebijakan sebelum membuat surat edaran.

"Kami berharap kemarau panjang tidak terjadi, namun sejumlah langkah antisipasi dapat dilakukan sehingga produksi pertanian di Cianjur tetap berjalan dengan hasil yang sesuai dengan target," katanya.

Sedangkan untuk wilayah yang rawan atau krisis air bersih saat musim kemarau tiba, tutur dia, pemerintah daerah akan menambah titik sumur bor ketika dibutuhkan.

"Penambahan dilakukan mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.

Selain itu pihaknya menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dengan melibatkan Perumdam Cianjur dan dinas terkait guna menyalurkan air bersih dengan tangki air ke sejumlah kecamatan yang membutuhkan.

"Dengan demikian diharapkan kebutuhan warga tetap terpenuhi," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Ricky Prayoga


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026