Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat meminta masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit campak dan rubella yang rawan menyerang anak-anak.

"Penyakit ini sangat mudah menular, terutama bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi Measles and Rubella (MR)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Garut, Asep Surahman saat dihubungi di Garut, Rabu.

Ia menuturkan, Dinkes Garut saat ini melakukan langkah antisipasi dengan melakukan sosialisasi terkait upaya mencegah penularan campak dan rubella dengan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya menyiapkan tim medis dan peralatan di fasilitas kesehatan tingkat puskesmas untuk penanganan masyarakat yang terjangkit campak maupun rubella, jika kondisinya berat maka akan dirujuk ke rumah sakit.

"Penanganan dimulai dari perawatan di puskesmas. Namun, jika terjadi komplikasi pada paru-paru atau terdapat penyakit penyerta (komorbid), pasien segera dirujuk ke rumah sakit," katanya.

Ia menyebutkan, sejak Januari sampai pertengahan Mei 2026 tercatat sudah ada 111 kasus campak, dan dua kasus rubella yang semuanya sudah mendapatkan penanganan medis.

Seluruh pasien tersebut, kata dia, menjalani perawatan medis di puskesmas antara lima sampai tujuh hari, dan sebagian besar sudah dinyatakan sembuh, serta tidak ada kasus kematian.

"Yang masih dirawat perlu cek ke rumah sakit, tapi semuanya dinyatakan sehat kembali, dan tidak ada kasus meninggal," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala campak maupun rubella seperti demam, batuk pilek, timbul ruam di tubuh dan diare untuk segera diperiksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar cepat ditangani secara medis.

Selain penanganan medis, kata dia, masyarakat juga dapat berperan aktif untuk mensukseskan program imunisasi campak massal atau outbreak response immunization (ORI) khususnya untuk anak usia 9-59 bulan.

"Ikut program imunisasi massal campak ORI khususnya anak usia 9-59 bulan secara gratis," katanya.

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Ricky Prayoga


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026