Kepolisian Resor Garut membongkar tindak pidana penipuan penyaluran tenaga kerja ke PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan modus menyebarkan informasi pekerjaan di media sosial kemudian korbannya diminta sejumlah uang.
"Saat ini penyidik tengah melakukan pendalaman untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Kepala Polsek Cibatu AKP Amirudin Latif di Garut, Kamis.
Ia menuturkan, kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus percaloan penyaluran tenaga kerja secara daring dengan mengatasnamakan PT UNI Cibatu Garut.
Aksi penipuan penyaluran tenaga kerja itu, kata Amirudin, dilakukan di media sosial Facebook kemudian menggunakan nama alamat email perusahaan yang tujuannya untuk meyakini korbannya dan pelaku menawarkan kepada korban bisa bekerja di industri tersebut dengan menyerahkan uang terlebih dahulu.
"Pelaku diduga menggunakan email yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia untuk meyakinkan para korban," katanya.
Ia menyampaikan, modus yang dilakukan pelaku dalam media sosial itu meminta sejumlah uang kepada korbannya dengan alasan biaya administrasi dan proses penerimaan kerja.
Sampai saat ini, kata dia, berdasarkan laporan ke polisi ada empat orang yang menjadi korban penipuan penyaluran tenaga kerja di industri wilayah Kecamatan Cibatu itu dengan total kerugian uang puluhan juta rupiah.
"Pembayaran dilakukan melalui rekening bank dan aplikasi dana atas nama Taufik Hidayat," katanya.
Ia menyampaikan, masyarakat yang sudah menyerahkan uang tersebut hingga satu bulan belum juga ada kejelasan terkait penyaluran pekerjaannya di industri yang dijanjikan.
Polisi, lanjut dia, kemudian melakukan penelusuran sampai akhirnya dapat diketahui dan menangkap terduga pelaku penipuan tersebut berinisial TH (25) di rumahnya Kecamatan Cibatu, Garut.
Amirudin menegaskan, pihaknya saat ini masih terus mendalami terduga tersebut untuk mengungkap tuntas aksi penipuannya yang kemungkinan masih ada korban lain yang belum lapor.
Adanya kejadian tersebut, polisi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan modus penipuan lowongan pekerjaan yang tersebar di media sosial, terutama lebih hati-hati apabila meminta sejumlah uang.
"Tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan meminta sejumlah uang, pastikan informasi lowongan kerja berasal dari sumber resmi perusahaan," katanya.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026