Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengubah momentum karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda yang diisi kirab mahkota Kerajaan Sunda "Binokasih" di delapan titik se-Jabar, menjadi ajang inspeksi mendadak (sidak) infrastruktur seperti jalan provinsi di sepanjang rute yang dilalui.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkapkan di sela-sela prosesi mengarak Mahkota Binokasih, Gubernur Dedi Mulyadi secara langsung memantau kualitas jalan, ketertiban sempadan, kualitas konstruksi tembok penahan tebing hingga sistem drainase guna memastikan keamanan jalur transportasi antar-kabupaten di Jawa Barat tetap terjaga sepanjang musim.
"Yang menjadi konsen Pak Gubernur adalah jalan provinsi, termasuk sempadannya. Banyak ditemukan pemasangan banner yang dipaku di pohon, itu langsung kami tertibkan," ujar Herman dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Selain estetika jalan, tim menemukan aktivitas usaha yang mengancam kelestarian lingkungan, seperti warung pengolahan tahu yang panas penggorengannya merusak batang pohon besar di pinggir jalan. Herman menegaskan, tindakan tegas langsung diambil karena kerusakan pohon mahoni besar tersebut dapat berdampak pada ekosistem jalan.
Fokus pengawasan juga tertuju pada ancaman keselamatan di kawasan tebing. Di wilayah Situ Raja misalnya, Pemprov Jabar menyoroti penebangan pohon di sempadan jalan yang berisiko memicu longsor.
"Meskipun milik pribadi, tidak bisa sembarangan ditebang karena berisiko longsor. Penebangan pohon di area tebing sangat berbahaya karena dapat memicu longsor yang berdampak langsung pada badan jalan," tuturnya.
Dalam monitoring tersebut, ditemukan satu rumah yang posisinya sangat riskan memicu longsor di Lemasugi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat dengan menyiapkan langkah relokasi dan pemberian santunan kepada pemilik rumah agar bangunan tersebut dapat dialihkan menjadi aset Pemda di bawah Dinas BMPR demi keamanan pengguna jalan.
"Kami akan berikan santunan. Sudah dikomunikasikan dan yang bersangkutan bersedia, tinggal proses formal," tutur Herman.
Kegiatan bertajuk "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tatar Sunda yang puncaknya jatuh pada 18 Mei mendatang dengan acara di Bandung.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026