Komisi V DPRD Jawa Barat menemukan fakta krusial terkait 33 bangunan SMA dan SMK di wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan yang hingga kini masih berdiri di lahan "menumpang" milik desa.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat George Edwin Sugiharto dalam keterangan di Bandung, Kamis, mengatakan hal tersebut memaksa Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus merogoh kocek untuk membayar biaya sewa setiap tahunnya.

Menurut dia, kondisi tersebut harus segera diselesaikan melalui kepastian hukum agar anggaran daerah tidak terus terbebani oleh biaya sewa aset pendidikan.

"Kami melihat masih ada 33 SMA dan SMK yang lahannya milik desa, sehingga provinsi masih harus mengeluarkan biaya sewa. Kami di Komisi V akan segera melakukan follow up dan menjalin komunikasi dengan Komisi I, karena mereka yang menginisiasi urusan aset seperti ini," ujar George.

Persoalan legalitas ini menjadi sorotan utama karena menyangkut keberlangsungan fasilitas pendidikan publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendorong mekanisme ruislag atau tukar guling lahan sebagai jalan keluar permanen.

"Tujuannya jelas, supaya masalah sewa lahan desa ini bisa segera tuntas melalui mekanisme rislah atau tukar guling lahan dengan provinsi," ucapnya.

Selain urusan sengketa lahan, George juga memberikan catatan kritis terhadap rencana peluncuran program unggulan baru, Sekolah Maung (Manusia Unggul).

Ia menilai koordinasi dengan Dinas Pendidikan harus diperketat agar program ini tidak sekadar menjadi wacana prematur saat diluncurkan ke masyarakat.

"Sekolah Maung ini adalah hal yang baru bagi kita di Jawa Barat. Oleh karena itu, kami akan terus mendiskusikan konsepnya secara mendalam bersama Kepala Dinas dan seluruh jajaran," katanya.

Komisi V menekankan pentingnya akomodasi seluruh catatan dalam masa persiapan guna menjamin implementasi yang maksimal bagi dunia pendidikan di Jawa Barat.

"Kami ingin memastikan catatan-catatan dalam masa persiapan ini terakomodasi dengan baik agar implementasinya berjalan lancar demi hasil yang maksimal," tutur dia menambahkan.

Pewarta: RPG

Editor : Ricky Prayoga


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026