Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara guna mencegah kasus kekerasan dan pencabulan pada anak terus meningkat termasuk memberikan pendampingan pada korban dengan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyi Ferdian di Cianjur, Jumat, mengatakan sosialisasi dan edukasi ke berbagai kalangan hingga sekolah terus digencarkan sebagai upaya pencegahan kembali terjadinya kasus kekerasan dan pencabulan menimpa anak di Cianjur.

Selain itu, memastikan pendampingan bagi korban kekerasan dan pencabulan terhadap anak yang tengah berjalan mulai dari kesehatan, hukum, psikologis hingga sosial sesuai dengan hak dan kewajiban-nya,agar para korban mendapatkan keadilan.

"Kami pastikan kasus kekerasan dan pelecehan pada anak di bawah umur yang tengah mencuat terus berjalan, dan kami terus mengawal serta memberikan pendampingan sampai kasusnya tuntas dilakukan di pengadilan," katanya.

Bahkan, pihaknya meminta berbagai kalangan masyarakat terutama orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan pada anak saat berada di lingkungan tempat tinggal, sekolah termasuk saat bermain, untuk memastikan mereka tidak menjadi korban kekerasan dan pencabulan.

Anggota Komisi XIII DPR RI Isfan Taufik Munggaran, mengatakan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak di Indonesia termasuk di Cianjur setiap tahunnya terus mengalami kenaikan, sehingga harus menjadi perhatian semua kalangan.

Bahkan pihaknya menggencarkan sosialisasi Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (P5 HAM) dan 4 Pilar Kebangsaan ke berbagai wilayah sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat.

"Kami tidak bisa menyalahkan berbagai pihak karena ini tanggungjawab bersama, dimana hal tersebut terjadi karena luntur-nya moral dan luntur-nya sila ketuhanan, sehingga kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk memperkuat 4 pilar kebangsaan," katanya.

Pihaknya mencatat, pada tahun 2025 di Cianjur terdata 123 laporan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak di Cianjur, dan tahun 2026 kembali mencuat sehingga ini menjadi peringatan yang harus diwaspadai semua kalangan.

Di mana pengawasan terhadap kasus kekerasan dan pencabulan pada anak dilakukan mulai dari laporan awal hingga pemulihan korban akan terus dilakukan, dimana hal tersebut sebagai bentuk hadirnya negara melalui wakil rakyat dari daerah pemilihan.

"Jangan sampai masa depan anak-anak kita direnggut segelintir orang tidak bertanggungjawab, kewaspadaan dan pengawasan bersama semua kalangan harus lebih ditingkatkan," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026