Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyebutkan berkurangnya volume kendaraan di jalur Nagreg salah satunya dipengaruhi oleh program mudik gratis yang digelar serentak di Jawa Barat.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung Ruddy Heryadi mengatakan program tersebut cukup efektif dalam mengurangi jumlah kendaraan, khususnya sepeda motor di jalan.
“Program mudik gratis yang dilakukan pemerintah cukup membantu mengurangi jumlah kendaraan khususnya di jalur Nagreg ini,” kata Ruddy di Bandung, Selasa.
Ia mencontohkan, di Kabupaten Bandung terdapat sekitar 600 orang yang mengikuti program mudik gratis. Jika mayoritas merupakan pengguna sepeda motor, maka sekitar 300 unit kendaraan roda dua dapat berkurang dan dialihkan menggunakan sekitar 12 unit bus.
Menurutnya, jumlah tersebut belum termasuk peserta dari daerah lain, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, kepolisian, maupun pihak swasta.
“Hal ini tentu berdampak pada pengurangan jumlah kendaraan, khususnya kendaraan roda dua,” ujarnya.
Selain itu, Ruddy menyebut program mudik gratis juga dinilai berkontribusi terhadap penurunan potensi kecelakaan lalu lintas, mengingat sebagian besar kecelakaan melibatkan sepeda motor, terutama akibat kelelahan atau mengantuk.
“Dengan adanya penggunaan bus dalam mudik gratis, maka potensi kecelakaan juga relatif dapat berkurang,” kata dia.
Lebih lanjut, Dishub Bandung memprediksi puncak arus mudik di Jalur Nagreg yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut hingga Jawa Tengah. akan terjadi pada H-1 Lebaran atau Jumat (20/3).
Ia menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang pada Lebaran tahun ini.
“Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata Ruddy.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026