Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat nilai ekspor daerah itu sepanjang tahun 2025 mencapai 38,72 miliar dolar AS, naik 2,24 persen dibanding tahun 2024.

"Nilai ekspor nonmigas mencapai 38,45 miliar dolar AS yang juga naik 2,44 persen. Sedangkan ekspor migas mencapai 272,53 juta dolar AS yang turun 19,39 persen," kata Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar, Ninik Anisah di Bandung, Senin.

Untuk bulan Desember 2025, lanjut dia, nilai ekspor Jabar mencapai 3,28 miliar dolar AS,  naik 2,3 persen secara bulanan (month to month/mtm) dibanding November 2025. Dan jika dibandingkan dengan Desember 2024, nilai ekspor Jawa Barat naik 4,08 persen.

"Kontribusi ekspor Jawa Barat sepanjang 2025 masih didominasi sektor industri yang mencapai 98.70 persen, diikuti sektor migas 0,70 persen, sektor pertanian 0,59 persen, dan sektor tambang 0,01 persen," ujar Ninik.

Menurut golongan barang nilai ekspor terbesar sepanjang Januari-Desember 2025 yaitu kendaraan dan bagiannya senilai 8,50 miliar dolar AS, mesin dan perlengkapan elektrik senilai 6,24 miliar dolar AS, serta mesin dan peralatan mekanis senilai 3,24 miliar dolar AS.

Sedangkan menurut negara tujuan ekspor, Amerika Serikat masih yang terbesar dengan nilai mencapai 6,35 miliar dolar AS, diikuti Filipina senilai 3,53 miliar dolar AS, dan Jepang senilai 2,84 miliar dolar AS.

Sementara nilai impor Jawa Barat tahun 2025 mencapai 11,91 miliar dolar AS atau turun 8,87 dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sementara di Desember 2025, impor Jabar senilai 1,08 miliar dolar AS, yang naik 26,57 persen dibanding November 2025 (mtm), dan jika dibandingkan Desember 2024 mengalami penurunan 7,64 persen.

"Struktur penggunaan impor sepanjang 2025 didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 81,34 persen, barang modal sebesar 10,50 persen, dan barang konsumsi sebesar 8,16 persen," ucap Ninik.

Menurut golongan barang, nilai impor terbesar sepanjang Januari-Desember 2025 yaitu mesin dan perlengkapan elektrik senilai 1,61 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis senilai 0,99 miliar dolar AS, plastik dan barang dari plastik senilai 0,92 miliar dolar AS.

Sedangkan menurut negara, impor terbesar dari Tiongkok senilai 4,07 miliar dolar AS, Jepang senilai 1,39 miliar dolar AS, dan Korea Selatan senilai 1,35 miliar dolar AS.

"Selama periode Januari-Desember 2025 neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus 26,81 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor mencapai total 38,72 miliar dolar AS dan impor senilai 11,91 miliar dolar AS," tutur Ninik.

Jawa Barat sendiri, tambahnya, mengalami surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Sedangkan yang mengalami defisit yaitu dengan Taiwan dan Tiongkok.

 

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026