Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ahab Sihabudin meminta pemerintah daerah mengevaluasi program bantuan pertanian di Kabupaten Garut karena berdasarkan pengawasan dan laporan petani di lapangan ada yang mengeluhkan program tersebut.

"Temuan langsung di lapangan ini menjadi bahan evaluasi pemerintah dengan cara apa, apakah penggantian varietasnya, kemudian di mana letak kesalahannya," kata Ahab Sihabudin di Garut, Jumat.

Ia menuturkan, DPRD Jabar memiliki agenda program bagi seluruh anggota legislatif untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dengan menemui langsung masyarakat membahas berbagai program pemerintah.

Pengawasan kali ini, kata dia, digelar dengan menghadirkan masyarakat dari kalangan petani di Daerah Pemilihan Kabupaten Garut meliputi Kecamatan Wanaraja, Karangpawitan, dan Sukawening.
   
Hasil dari pengawasan di lapangan itu, kata dia, mendapatkan laporan keluhan tentang program pertanian dalam penanganan hama khususnya hama tikus di area pertanian yang menyebabkan menurunnya produktivitas hasil panen.

"Saat ini disibukkan dengan berkurangnya hasil panen, faktornya adalah hama tikus," katanya.

Ia mengungkapkan persoalan lainnya terkait bantuan benih padi yang dinilai petani kualitasnya jelek karena hasilnya tidak cukup menguntungkan seperti yang diharapkan petani.

Bantuan benih padi itu, kata dia, ke depan harus menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan varietas benih padi yang berkualitas agar petani bisa mendapatkan untung dari hasil panennya.

"Temuan ini segera menjadi pembahasan di DPRD, meskipun masalah ini bukan ada di komisi kami, tapi kami ada di daerah pemilihan ini sehingga kami akan disampaikan nanti pada rapat di DPRD," katanya.

Ia menegaskan, persoalan pertanian yang berhubungan dengan ketersediaan pangan merupakan hal penting untuk diperhatikan pemerintah dari mulai persoalan yang dialami petani.

Apalagi saat ini, lanjut dia, pemerintah pusat sedang gencar untuk swasembada pangan, sehingga persoalan terkait benih maupun serangan hama harus diperhatikan agar sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

"Ini soal hama dan benih padi, ditambahnya hama tikus, tambah benihnya jelek, kita mengharapkan ketahanan pangan, ke depan tidak seperti ini, harus maksimal," katanya.


 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026