Kepolisian Resor Sarmi, Provinsi Papua terus melakukan pemantauan laporan terkait dengan dampak gempa bumi magnitudo 5,1 di daerah setempat pada Minggu, sekitar pukul 13.38 WIT.
"Anggota sudah diminta monitor namun hingga sampai saat ini belum ada laporan terkait dampak gempa tersebut," kata Kepala Polres Sarmi AKBP Ruben Palayukan dihubungi dari Jayapura, Minggu petang.
Pihaknya akan terus memantau terkait dengan dampak gempat tersebut.
Ia juga mengaku sempat kaget ketika peristiwa tersebut terjadi.
"Kami masih terus memonitor," kata dia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik yang terletak di koordinat 2,21 derajat lintang selatan dan 138,86 derajat bujur timur atau tepatnya berlokasi di darat dengan jarak sekitar 41 km tenggara Sarmi dengan kedalaman 19 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi tersebut jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif Memberamo, sedangkan berdasarkan analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme geser naik (oblique thrust).
Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Tor Atas, Sarmi dengan skala intensitas IV-V MMI, Sarmi timur dan pantai timur bagian barat, Sarmi dengan skala intensitas IV MMI, Kota Sarmi dengan skala intensitas III-IV MMI dan Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya dirasakan II-III MMI. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026