Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat produksi kopi daerahnya mencapai 1.236 ton selama tahun 2025, dengan komoditas robusta masih menjadi penyumbang terbesar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Jumat, mengatakan capaian tersebut berasal dari produksi kopi arabika dan robusta yang dibudidayakan petani di berbagai wilayah sentra perkebunan.

Ia menjelaskan, kopi arabika di Kabupaten Kuningan dikembangkan pada lahan seluas 236,67 hektare, dengan luas tanaman menghasilkan tercatat 69,50 hektare.

“Dari luasan tanaman menghasilkan tersebut, produksi kopi arabika mencapai 63,61 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 915,25 kilogram per hektare,” katanya.

Menurut Wahyu, kopi arabika Kuningan umumnya ditanam di wilayah dataran tinggi yang memiliki kondisi agroklimat sesuai untuk pengembangan kopi berkualitas.

Sementara, kata dia, kopi robusta menjadi komoditas dengan luasan kebun terbesar di daerah tersebut, sehingga berkontribusi signifikan terhadap total produksi kopi.

Wahyu menyebutkan luas lahan kopi robusta di Kabupaten Kuningan mencapai 1.450,29 hektare, dengan luas tanaman menghasilkan sebesar 1.042,38 hektare.

Dari luasan tersebut, kata dia, produksi kopi robusta pada 2025 tercatat mencapai 1.173,39 ton dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.125 kilogram per hektare.

“Produktivitas kopi robusta relatif lebih tinggi,karena kesesuaian lahan serta pengalaman petani dalam pengelolaan kebun,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan produksi kopi di Kabupaten Kuningan selama periode tersebut jauh lebih tinggi ketimbang realisasi panen pada 2024 yang jumlahnya sekitar 775,8 ton.


Ia pun merinci hasil produksi tersebut terdiri dari 724,04 ton jenis robusta, serta 51,76 ton arabika.

Ia memastikan pemerintah daerah, terus mendorong peningkatan produktivitas dan mutu kopi melalui pendampingan teknis kepada petani.

Pendampingan tersebut, lanjut dia, meliputi penerapan budidaya yang baik, peremajaan tanaman, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Selain aspek budidaya, pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas pascapanen agar kopi Kuningan memiliki nilai tambah.

“Pengembangan kopi di Kabupaten Kuningan, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan,” ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026