Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengerahkan personel gabungan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di bantaran Sungai Sukalila Cirebon sebagai bagian dari penataan kawasan dan pengembalian fungsi sungai.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Senin, mengatakan penertiban tersebut dilakukan setelah batas waktu yang diberikan kepada para pedagang untuk melakukan pembongkaran bangunan di bantaran sungai berakhir.

“Hari ini sebetulnya batas akhir yang sudah kita berikan kepada saudara-saudara kita pedagang yang berada di bantaran Sungai Sukalila,” katanya.

Ia menyampaikan sebagian pedagang telah melakukan pembongkaran lapak secara mandiri sehari sebelumnya, dengan pendampingan dari pemerintah daerah.

Menurut dia, proses bongkar mandiri tersebut berjalan tertib dan kondusif karena para pedagang memahami aturan terkait larangan pendirian bangunan di bantaran sungai.

Edo menegaskan pemerintah daerah tak hanya melakukan penertiban, namun telah menyiapkan solusi relokasi agar pedagang tetap dapat melanjutkan kegiatan usahanya.

“Pemerintah tidak membiarkan para pedagang setelah dibongkar tanpa diberikan ruang atau tempat,” ujarnya.

Ia menyebutkan lokasi alternatif telah disiapkan bagi pedagang pigura, karangan bunga, pedagang taman, hingga pedagang makanan yang sebelumnya berjualan di bantaran Sungai Sukalila.


Lebih lanjut, Edo menuturkan dalam pelaksanaan penertiban kali ini ada sekitar 350 personel gabungan yang dikerahkan terdiri atas unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta perangkat daerah terkait.

“Hari ini personel gabungan mulai bergerak untuk membersihkan dan menata bantaran Sungai Sukalila,” katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga memfasilitasi proses pemindahan barang dagangan dengan menyiapkan armada angkutan bagi para pedagang.

Ia mengemukakan fasilitasi tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran.

Edo pun mengapresiasi para pedagang yang telah bekerja sama dan mengikuti proses penertiban, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang telah mendukung penataan kawasan ini,” ujarnya.

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025