Kota Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, mencatat sekitar 6.000 pengunjung per hari selalu memadati kawasan Festival Ramadhan 1447 H yang digelar sejak 18 Februari 2026 di pusat kota tersebut.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Jumat, mengatakan tingginya jumlah pengunjung menjadikan festival tersebut sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal selama Ramadhan.

“Geliat ekonomi yang terlihat di kawasan festival merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak,” katanya.

Ia menuturkan berdasarkan data evaluasi pemerintah daerah, festival tersebut diikuti sebanyak 498 pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan penjualan.

Antusias masyarakat, kata dia, berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil dengan rata-rata omzet harian mencapai sekitar Rp397.000 per pedagang.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi yang aman dan tertib, agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan hingga akhir Ramadhan.

“Semoga sampai akhir Ramadhan suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edo mengatakan pihaknya telah menginstruksikan para lurah dan camat di sekitar kawasan festival untuk terus memantau situasi di lapangan.

Ia menyebutkan kehadiran pemerintah penting untuk memastikan kegiatan tersebut, benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kecil yang mencari tambahan penghasilan menjelang Idul Fitri.

Selain mendorong ekonomi, pihaknya menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan publik di tengah meningkatnya aktivitas di kawasan festival.

“Kami meminta petugas di lapangan mengatur lalu lintas secara tegas namun tetap humanis agar tidak mengganggu pengguna jalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan secara umum pelaksanaan festival tersebut, berjalan sesuai rencana meskipun sempat terkendala cuaca.

Pemkot Cirebon, lanjut dia, akan menggunakan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar perbaikan penyelenggaraan festival ke depan, termasuk penataan parkir dan penguatan zonasi pedagang agar kegiatan tersebut berkembang menjadi ikon wisata daerah.

“Secara umum berjalan sesuai rencana, meski beberapa kali terkendala hujan yang cukup intens. Namun respons masyarakat sangat positif,” katanya.

 



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026