Hai bestiee! Siapin mental karena cerita real berikut ini plot twist-nya lumayan sadis tapi juga agak irony vibes gitu.
Kejadiannya beneran terjadi di tahun 1961, dan kita bakal sajiin beritanya utuh, tanpa edit, tanpa revisi, tanpa ubah ejaan sama sekali-persis seperti yang diberitakan waktu itu.
Langsung aja scroll ke bawah, siap-siap merinding+geleng-geleng kepala!
Bandung 6 Oktober 1961 (Antara) - Malam Djum'at Kliwon (malam tadi) Nji Wati sedang memasang sesadjen ditempat penjimpanan beras, maka tiba2 "si Mawat" (bahasa Sunda, artinya membawa untung), kutjingnja mengedjar seekor tikus dan menabrak pelita untuk menerangi sesadjen itu.
Pelita tumbang, minjaknja tumpah pada lantai bambu dari rumah dan terdjadilah kebakaran.
Pada saat itu suami Nji Wati, Holi, sedang tidak ada dirumah. Api dapat dipadamkan oleh tetangga2nja, sehingga tidak merembet kerumah2 lainnja, tapi tjukup rusak sehingga menimbulkan kerugian Rp.120.000,-.
Karena sebab2 jang tidak dikabarkan, pada waktu rumahnja terbakar Nji Wati djatuh pingsan tapi ia selamat. Djuga kutjing kesajangannja "Si Mawat" selamat.
Eroni dari kedjadian ini ialah bahwa perkataan bahasa Sunda "Mawat" berarti "membawa untung".
Peristiwa kebakaran itu terdjadi dikampung Tangkeban, desa karangpaninggal (Distrik Bandjar, Kab. Tjiamis).
Sumber: Pusat Data dan Riset ANTARA //pdra.antaranews.com/Twitter: @perpusANTARA
PENUTUP
Aduh bestie… Cerita ini bener-bener campuran antara sedih, absurd, dan ironis banget.
Kucing bernama “Si Mawat” yang artinya pembawa untung, malah bikin pelita tumpah dan rumah kebakaran. Tapi at least — Nji Wati & si kucing sama-sama selamat.
Dari kejadian ini, satu pelajaran penting: hidup tuh kadang random banget dan nggak selalu sesuai ekspektasi.
Tetep waspada, tetep safety first, dan jangan remehin hal kecil yang keliatan sepele.
Stay safe, stay aware, dan see you di cerita sejarah real berikutnya.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025