Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi optimistis target 100 ribu rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat Program Imah Merenah Hirup Tumaninah bisa tercapai lewat kolaborasi berbagai pihak.
Program yang merupakan bagian dari kontribusi terhadap target nasional tiga juta rumah ini, diungkapkan Gubernur Dedi Mulyadi, akan tercapai lewat pendekatan kolaboratif yang mengedepankan padat karya, gotong royong, dan pemberdayaan UMKM lokal.
"Program ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi juga membangun harapan. Rumah adalah fondasi kesejahteraan keluarga," ujar Gubenur Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Senin.
Dedi juga menegaskan program perumahan ini dirancang untuk menghadirkan keadilan sosial dan menutup kesenjangan kepemilikan rumah yang masih tinggi di Indonesia.
"Ke depan, tidak boleh ada lagi kesenjangan ada yang punya rumah lebih dari satu, tapi masih banyak yang tidak punya rumah sama sekali. Kita ingin menghapus disparitas itu," katanya.
Program Imah Merenah Hirup Tumaninah ini diharapkan memuat empat agenda utama yakni memperluas akses hunian layak, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam implementasinya Dedi menegaskan pembangunan rumah subsidi akan tetap memperhatikan aspek penataan ruang agar tidak merusak lingkungan.
"Kita kejar target, tapi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Penataan ruang harus jadi perhatian utama," ujarnya.
Program tersebut resmi diluncurkan dalam agenda sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Gedung Sabuga, Kota Bandung, pada Kamis (18/9), dengan dihadiri para bupati, wali kota, camat, dan pelaku sektor perumahan dari seluruh Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta sosialisasi KUR perumahan di Bandung yang diikuti lebih dari 3.000 pelaku ekosistem perumahan, termasuk pemerintah daerah, pengembang, dan pemilik toko bangunan.
Maruarar menyebut KUR perumahan sebagai terobosan besar hasil sinergi lintas kementerian dan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Saya yakin Jawa Barat akan menjadi provinsi dengan penyerapan kredit perumahan tertinggi di Indonesia," ujar Maruarar.
Maruarar menambahkan kekuatan ekosistem yang solid antara pemerintah dan swasta akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian target tiga juta rumah secara nasional.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025