Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menargetkan sebanyak 20 ribu warga Garut bisa terserap kerja di sektor formal dan informal pada tahun 2025 untuk mengurangi angka pengangguran di daerah itu.
"Dari berbagai sektor menargetkan sebanyak 20 ribu," kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut Muksin di Garut, Jumat.
Ia menuturkan pemerintah daerah terus berupaya mengatasi masalah pengangguran dengan membuka akses penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor formal, seperti industri atau pabrik, maupun informal melalui pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), peternakan, pertanian, pariwisata, dan sebagainya.
Target serapan tenaga kerja itu, kata dia, sampai Agustus tahun ini sudah terserap 7.489 orang. Target itu optimistis bisa tercapai dengan mulai berdatangan investor ke Garut, dan kemunculan pelaku usaha sektor informal, serta digelarnya bursa kerja yang melibatkan banyak perusahaan dalam dan luar kota.
"Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi iklim investasi terus tumbuh untuk menciptakan lapangan kerja baru," katanya.
Ia menyampaikan angka pengangguran berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sebanyak 100 ribuan orang, angka tersebut termasuk dari angka lulusan SMA/SMK sederajat yang setiap tahun kurang lebih ada 60 ribu orang yang memerlukan lapangan kerja baru.
Namun berdasarkan angka itu, kata dia, di Garut terjadi penurunan angka pengangguran dari tahun 2023 sebesar 7,33 persen menjadi 6,96 persen tahun 2024.
Ia berharap upaya pemerintah daerah yang terus menggenjot investasi sektor padat karya dan menumbuhkan UMKM di Garut bisa membuka lebih banyak peluang kerja baru sehingga angka pengangguran bisa terus turun.
"Untuk mengatasi pengangguran memerlukan koordinasi dan peran multisektor," katanya.
Ia menambahkan penyerapan tenaga kerja pada dasarnya banyak dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kesesuaian kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri, laju investasi, pertumbuhan ekonomi, dan juga kondisi ekonomi global.
"Di Garut sektor padat karya kebanyakan berorientasi ekspor, bila ekonomi dunia membaik maka permintaan produk meningkat, penambahan penyerapan tenaga kerja juga akan meningkat," katanya.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025