Tim Search And Rescue (SAR) mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang karena tenggelam setelah perahu yang digunakannya terbalik di perairan Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya perahu nelayan terbalik, dan nelayannya tidak ada, sehingga diduga terjatuh lalu tenggelam.
"Sekitar pukul 12.20 WIB Tim Rescue dari Pos SAR Tasikmalaya diberangkatkan menuju lokasi kejadian," kata Ade Dian Permana.
Ia menuturkan, Kantor SAR Bandung menerima informasi dari Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut terkait adanya perahu terbalik dan ada nelayan dilaporkan tenggelam, kemudian melakukan koordinasi lintas instansi untuk melakukan pencarian.
Informasi yang diterima, kata dia, perahu nelayan bernama Cahaya Illahi diketahui terbalik di perairan Sayang Heulang oleh nelayan yang hendak melaut, Kamis pagi.
Perahu yang terbalik itu, kata dia, berdasarkan laporan saksi diketahui dibawa oleh satu orang bernama Rohidin Maulana (34) yang diduga terbalik akibat cuaca buruk di tengah lautan.
"Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Satpolairud Polres Garut," katanya.
Kepala Satpolairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin mengatakan, korban yang dinyatakan hilang diketahui bernama Rohidin Maulana warga Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Jajaran Satpolairud setelah mendapatkan laporan dari nelayan itu langsung melakukan pengecekan di kawasan perairan awal mula perahu ditemukan terbalik.
"Anggota Satpolairud Polres Garut yang menerima laporan bersama warga nelayan segera memberikan bantuan SAR dan mengevakuasi perahu tersebut," katanya.
Baca juga: 4 nelayan korban kapal karam di perairan Garut selamat
Baca juga: Gelombang tinggi ancam nelayan Garut melaut
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim SAR cari nelayan korban perahu terbalik di Sayang Heulang Garut
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025