Kepolisian Resor Garut menyelidiki kasus ledakan granat nanas di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin, yang menyebabkan empat warga terluka terkena serpihan granat, sehingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kepala Polsek Cisurupan Iptu Asep Saepudin membenarkan adanya ledakan granat yang saat ini masih dalam penyelidikan dari mana granat tersebut, sampai akhirnya bisa meledak di rumah warga Kampung Babakan Garut, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan.

Baca juga: Polisi dalami kasus peredaran uang palsu di Garut

"Nah itu dia (dari mana granat) yang sedang kita dalami, apalagi granat latihan," kata Asep Saepudin.

Ia menuturkan ledakan itu terjadi sekitar pukul 9.30 WIB ketika salah satu korban Ayi Sutiawan (46) menemukan granat nanas latihan di dalam sepatu yang sudah tidak dipakai di rumahnya.

Ayi diduga tidak sengaja menarik pemantik granat tersebut, sehingga menyebabkan ledakan yang cukup keras yang menyebabkan empat orang luka-luka, kemudian harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Polisi yang mendapatkan laporan kejadian itu langsung menuju lokasi dan mengamankan daerah ledakan, juga membawa empat korban yang terluka ke rumah sakit, untuk selanjutnya melakukan penyelidikan terkait keberadaan granat itu.

"Ada empat orang korban. Evakuasi korban ke RS dan melaksanakan penyelidikan lebih lanjut tentang asal granat tersebut," kata Asep.

Polisi setempat melakukan penyelidikan, koordinasi dengan jajaran Koramil setempat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan dari sejumlah saksi, juga mengamankan barang bukti lainnya di lokasi kejadian.

Korban ledakan yakni Adih (53), Mulayana Yusuf (3), dan Raisa Fitri (6) yang mengalami luka akibat serpihan granat, dan Ayi Sutiawan (46) mengalami luka robek bagian jari tangan kiri serta mengalami luka dari percikan di bagian kaki dan badan.
Ia menyampaikan perkembangan kondisi korban ledakan granat saat ini tiga orang sudah diperbolehkan pulang ke rumah, dan satu orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

"Tiga orang sudah pulang, satu orang masih dirawat di rumah sakit," katanya.

Asep mengatakan adanya kejadian itu harus menjadi perhatian masyarakat untuk selalu waspada terhadap benda-benda asing atau mencurigakan dan membahayakan dengan tidak sembarangan menyentuhnya, melainkan segera lapor ke aparat berwenang.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ada benda yang mencurigakan," kata Asep.

Baca juga: Kapolres Garut siapkan sanksi tegas bagi pelaku judi online
 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2024