Kantor Bulog Cianjur, Jawa Barat, menjamin beras bantuan pemerintah pusat untuk 260 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Cianjur, bebas dari plastik atau beras sintetis yang berita bohongnya beredar di sejumlah wilayah di media sosial.

Kepala Bulog Cianjur, Renato Horison di Cianjur Selasa, mengatakan maraknya berita bohong yang beredar di media sosial terkait beras plastik di sejumlah wilayah di Indonesia, tidak membuat warga mudah percaya karena beras bantuan yang berikan berasal dari dalam negeri.

Baca juga: Bulog sebut harga beras stabil setelah bantuan pusat disalurkan

"Terlebih lagi biji plastik itu mahal, sehingga tidak mungkin beredar dalam beras bantuan yang kualitasnya sudah teruji sebelum dibagikan, sehingga kami minta warga tidak percaya begitu saja dengan berita bohong atau hoaks yang beredar di medsos," katanya.

Bahkan dalam setiap kegiatan penyaluran beras bantuan pemerintah pusat untuk KPM di Cianjur, tutur dia, pihaknya langsung memasak beras yang dibagikan menjadi nasi sebagai upaya menangkal berita bohong yang banyak beredar agar KPM menerima tidak ragu dengan kualitasnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus berupaya menangkal berita bohong terkait beras lokal atau impor yang disebut-sebut mengandung plastik itu, karena harga biji plastik sangat tinggi di pasaran sehingga tidak sebanding dengan harga beras ketika dijual di pasaran.

"Kita buktikan di setiap penyaluran bantuan beras untuk KPM di seluruh wilayah di Cianjur, agar masyarakat tidak termakan berita bohong dengan memasak langsung beras bantuan menjadi nasi di lokasi penyaluran," katanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur, Komarudin, meminta masyarakat waspada dan jeli untuk membeli beras di tengah isu adanya beras sintetis atau beras plastik.
"Kandungan berbahaya di dalam beras plastik dapat mempengaruhi sistem reproduksi seperti ovarium, sperma, sistem saraf pusat, dan sel-sel kulit. Kalau ada yang mendapati dapat melaporkan ke Diskoperindag Cianjur sehingga dapat ditindaklanjuti," kata dia.

Hingga saat ini, ungkap dia, belum ada kasus beras plastik di Cianjur namun pihaknya meningkatkan koordinasi ke berbagai lapisan masyarakat dan distributor beras serta Bulog Cianjur sebagai langkah pencegahan.

"Kami juga berkoordinasi dengan universitas ternama di Yogyakarta untuk mencari tahu ciri dari beras sintetis, sehingga berbagai upaya dan antisipasi dapat dilakukan," katanya.

Baca juga: Cianjur salurkan bantuan pangan cadangan beras dari pusat

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023