Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan sejumlah pasien sudah kembali ke ruang perawatan yang sebelumnya sempat dievakuasi ke tempat lebih aman karena  kebakaran ruang logistik Rumah Sakit Umum Daerah dr Slamet Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.

"Semua pasien yang ada di rumah sakit ini, yang berdekatan dengan sumber kebakaran, sekarang sudah kembali lagi ke ruangannya masing-masing," kata Rudy Gunawan usai meninjau lokasi kebakaran di RSUD dr Slamet Garut, Minggu.

Ia menuturkan kebakaran itu diketahui terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 12.00 WIB, kemudian diterjunkan petugas gabungan untuk memadamkan kobaran api yang menghanguskan ruang logistik hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat kejadian kebakaran, kata Bupati, seluruh pasien yang berada di sejumlah ruang perawatan dan berada dekat dengan lokasi kebakaran langsung dievakuasi oleh petugas RSUD dr Slamet Garut ke tempat yang lebih aman.

Kejadian itu, kata dia, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerusakan pada fasilitas pelayanan, peralatan medis, dan juga bangunan yang kondisinya rusak akibat terbakar.

"Tidak ada korban jiwa ataupun luka karena kebakaran ini," kata Rudy.

Bupati menyampaikan hasil peninjauan lokasi kebakaran bersama Wakil Bupati Garut Helmi Budiman dan jajaran RSUD dr Slamet Garut yang terbakar berbagai peralatan medis, termasuk tempat tidur dan rekam medis.

Terkait penyebab kebakaran, kata Bupati, diserahkan sepenuhnya ke Kepolisian Resor Garut untuk menyelidikinya, sedangkan besaran kerugiannya masih dihitung.
"Pihak rumah sakit sedang melakukan penghitungan terhadap kerugian apa saja yang terbakar," kata Rudy.

Dalam peristiwa kebakaran rumah sakit pemerintah itu pihak damkar menurunkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran hingga akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa kebakaran rumah sakit umum daerah terlihat jelas kepulan asapnya dari kawasan jalan raya Jalan Pembangunan sehingga menjadi perhatian bagi warga setempat maupun pengguna jalan.

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023