Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, meminta Dinas Kesehatan setempat untuk tetap menggencarkan upaya pencegahan meskipun saat ini Cianjur nol kasus polio, termasuk menggencarkan imunisasi lengkap hingga ke pelosok.

"Dinkes Cianjur dan tenaga kesehatan dapat mempertahankan prestasi sampai saat ini Cianjur masih nol kasus polio, namun jangan sampai pencegahan tidak dilakukan,” kata Herman saat dihubungi di Cianjur, Minggu.

Herman menegaskan, untuk menekan angka polio tidak kembali mencuat di Cianjur, bukan berarti tenaga kesehatan harus berleha-leha namun tetap ikhtiar agar kasus polio tersebut tidak lagi terjadi.

Bupati Cianjur, meminta agar berbagai kalangan ikut serta dalam mempertahankan nol kasus polio di Cianjur dengan berbagai cara tidak hanya oleh dinas kesehatan, termasuk bagi orang tua yang memiliki balita untuk menuntaskan imunisasi untuk anaknya.

“Setiap lapisan warga mulai dari tingkat RT, RW, kepala desa, posyandu, serta yang lainnya agar terus melakukan pencegahan terhadap polio dan penyakit lainnya dengan menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.

Kepala Dinkes Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan polio atau poliomyelitis dapat menyerang siapa saja, namun umumnya banyak menyerang anak usia di bawah 5 tahun atau balita terutama yang belum menjalani imunisasi polio.

“Selain kelumpuhan permanen, polio bisa menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas. Polio disebabkan oleh virus polio, virus tersebut masuk melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar dalam tubuh melalui aliran darah," katanya.
Penyebaran virus polio dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus polio. Sehingga upaya menekan nol kasus polio di Cianjur terus dilakukan dengan berbagai cara.

"Kita juga meminta orang tua yang punya anak balita dan belum mendapat imunisasi polio dapat datang ke pusat layanan terdekat serta menuntaskan semua imunisasi untuk anak," katanya.


 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023